Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
PSSI: Larangan Suporter Away Dicabut, Tapi Tragedi Kanjuruhan Jangan Terulang Lagi
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (01/10/2022). (Antara)
JAKARTA,AFU.ID — Larangan kehadiran suporter tim tamu di kompetisi sepak bola Indonesia resmi dicabut untuk musim 2026/2027. Kebijakan tersebut sebelumnya diberlakukan selama empat musim setelah Tragedi Kanjuruhan pada 2022. Dengan pencabutan ini, suporter kembali diperbolehkan hadir di pertandingan tandang atau away, meski tetap ada pembatasan pada laga tertentu.
Direktur Utama Indonesia Super League(I.League) Ferry Paulus menjelaskan, kebijakan tersebut telah mendapat persetujuan FIFA setelah operator kompetisi mengajukan proposal mengenai mekanisme baru suporter tandang. Penerapannya akan disertai sejumlah aturan yang wajib dipatuhi klub dan kelompok suporter. "FIFA memberikan restu dengan catatan suporter klub juga harus mematuhi segala hal yang sudah kami sampaikan kepada seluruh klub," kata Ferry, Selasa (11/8/2026).
I.League juga menyiapkan sistem pembelian tiket baru yang telah diverifikasi kepolisian dan diperkenalkan kepada klub peserta. Sistem tersebut sebelumnya telah melalui tahap uji coba sebagai bagian dari upaya mengatur kehadiran suporter tandang secara lebih aman. Meski akses kembali dibuka, pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi tetap dapat membatasi atau melarang kehadiran suporter tim tamu berdasarkan pertimbangan keamanan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, keputusan pencabutan larangan tersebut tidak berarti seluruh pertandingan otomatis dapat dihadiri suporter away. Penentuan akses suporter akan dilakukan I.League bersama klub dengan mempertimbangkan karakteristik kelompok suporter dan kondisi keamanan setiap pertandingan. "Kami tidak mau ada kejadian Kanjuruhan terulang lagi. Kami harus pastikan suporter pulang ke rumah dengan selamat," ujar Erick.
Erick menyebut pertandingan dengan rivalitas tinggi seperti Arema FC vs Persebaya atau Persija Jakarta vs Persib Bandung dapat menjadi contoh laga yang berpotensi menerapkan pembatasan. Keputusan tersebut dapat diambil berdasarkan informasi dan penilaian keamanan dari kepolisian. Menurutnya, mekanisme itu penting agar pelonggaran aturan tidak justru menimbulkan persoalan baru dan berujung pada sanksi FIFA.
Pencabutan larangan suporter away berlaku untuk kompetisi Super League dan Championship musim 2026/2027. Namun, kehadiran pendukung tim tamu tetap bergantung pada keputusan teknis I.League dan klub untuk setiap pertandingan. Dengan demikian, suporter sudah kembali memiliki peluang menyaksikan tim kesayangan mereka di kandang lawan, tetapi akses tersebut tidak berlaku mutlak untuk seluruh laga. (RAI)