AFU.ID, SAMARINDA - Dukungan terhadap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Nusantara) terus mengalir deras dari wilayah timur Indonesia.
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H Rudy Mas’ud secara terbuka menyatakan kebanggaan dan dukungan penuh atas kehadiran entitas tersebut.
Terlebih lagi, posisinya sebagai superholding yang proyeksinya menjadi pilar kedaulatan ekonomi nasional di bawah payung Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 2025.
Gubernur Harum menyampaikan hal tersebut dalam Roundtable Discussion (RTD) Nagara Institute-Akbar Faizal Uncensored (AFU) di Universitas Mulawarman (Unmul), Kota Samarinda, Provinsi Kaltim.
Giat yang bertajuk ‘Pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Era Ekonomi Baru’ tersebut berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026.
Gubernur Kaltim menekankan, peleburan tujuh BUMN besar beserta ratusan anak cucu perusahaannya ke dalam BPI Danantara merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan negara secara signifikan.
“Danantara ini berdiri di atas penguasaan aset-aset BUMN yang dilebur, ada tujuh BUMN besar dan sekitar 844 anak cucu perusahaan yang memiliki kontribusi terbesar bagi APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, red),” ungkapnya.
“Tujuan utamanya jelas, yakni menjaga kedaulatan ekonomi nasional,” sambung Gubernur Harum dengan tegas yang mengikuti RTD Nagara Institute-AFU via daring.
Rudy Mas’ud lantas menegaskan keyakinannya bahwa kehadiran BPI Danantara yang mengkonsolidasikan aset-aset BUMN akan memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah ekonomi global.
Senada dengan Gubernur Kaltim, H Abdunnur selaku Rektor Unmul menilai bahwa konsep State Investment Fund (SIF) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) usungan BPI Danantara memberikan kepastian terhadap pengelolaan kekayaan negara melalui investasi aset secara global.
Menurutnya, superholding BUMN ini harus menjadi harapan baru yang bisa menjadi penggerak (starter) pertumbuhan ekonomi rakyat dan tak lagi membebani masyarakat.
Abdunnur juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi sebagai inisiator dan mediator yang menghubungkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, serta masyarakat.
“Kami di Unmul siap bersama Nagara Institute membedah dan mencarikan pemikiran baru agar peran BUMN melalui Danantara benar-benar memberikan dampak nyata bagi daerah,” tuturnya.
Rektor Unmul mengutarakan bahwa dukungan dari Provinsi Kaltim membawa pesan kuat bagi pengembangan daerah.
Abdunnur menekankan bahwa kehadiran BPI Danantara harus menjadi pemantik bagi Perusahaan Daerah (Perusda) di Bumi Etam.
Baik untuk lebih berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) dan merangsang kegiatan kewirausahaan, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia berharap, semangat kolaborasi tersebut bisa menjamin keuangan negara sekaligus mempercepat pendistribusian kesejahteraan hingga ke tingkat lokal.
“Keep spirit (tetap semangat, red) dan keep in touch (tetap bergandengan, red) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi baru Indonesia bersama Danantara,” ujar Abdunnur.
Seluruh jalannya RTD Nagara Institute-AFU akan tayang secara eksklusif (live streaming) melalui kanal YouTube @AkbarFaizalUncensored atau dengan mengunjungi tautan berikut ini agar masyarakat dapat mengakses dan mengikuti jalannya forum.
Tentang Nagara Institute
Nagara Institute adalah lembaga independen yang berfokus pada riset kebijakan publik, isu demokrasi, tata kelola, kebijakan ekonomi, dan pemerintahan.
Sebagai bagian dari Nagara Group, Nagara Institute aktif menyediakan analisis, riset strategis, serta program advokasi berbasis data untuk memperkuat kualitas kebijakan publik di Indonesia.
Tentang Akbar Faizal Uncensored (AFU)
Akbar Faizal Uncensored (AFU) adalah kanal digital independen yang menghadirkan diskusi mendalam mengenai politik, kebijakan publik, hukum, dan isu strategis nasional.
Program diskusi dalam bentuk podcast ini dipandu oleh Dr. Akbar Faizal, S.H., M.Si., selaku Anggota DPR RI Periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang terkenal dengan gaya wawancara dan moderasi tajam, kritis, dan berani membahas topik-topik sensitif secara ‘tanpa sensor’.
Dengan pendekatan kritis dan informatif, AFU telah menjadi referensi publik dalam memahami isu-isu kebangsaan secara lugas dan faktual.