JAKARTA, AFU.ID — Seorang pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berinisial MFA (24), membakar ruang rapat kantornya sendiri pada Selasa (11/8/2026). Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.20 WITA di Kantor Diskominfo Kukar, Jalan Pahlawan, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara satu ruang rapat mengalami kerusakan berat.
MFA diduga telah direncanakan sejak malam sebelumnya. Polisi menyebut, MFA membeli sekitar 30–40 liter Pertalite yang kemudian dibawa ke ruang rapat sekitar pukul 06.30 Wita menggunakan wadah galon air mineral. Setelah berada di ruang rapat, MFA menyiramkan Pertalite di bagian belakang pintu kemudian menyalakannya menggunakan korek api.
Seorang saksi yang melihat kejadiaan tersebut menyebut MFA langsung berlari meninggalkan ruangan melalui tangga sambil membawa sisa bensin. MFA juga diduga menekan tombol emergency yang berada di depan ruang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) setelah meninggalkan lokasi. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.30 WITA dan tidak merembet ke bagian lain gedung.
Polisi selanjutnya memasang garis polisi serta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti terkait penyebab kebakaran. Dalam pemeriksaan di lokasi, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Kukar mengamankan sejumlah barang bukti. Polisi menyita tiga kamera CCTV, sisa material yang terbakar, satu galon air mineral berkapasitas 19 liter, dan botol air mineral berukuran 1,5 liter yang diduga masih berisi sekitar satu liter Pertalite. Barang-barang tersebut diamankan untuk mendukung penyelidikan dugaan pembakaran.
Penyelidikan polisi mengarah pada MFA setelah memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di lingkungan kantor. Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang mengatakan, MFA melakukan pembakaran karena merasa kesal terhadap lingkungan kerjanya. Ia disebut tidak nyaman lantaran kerap difoto diam-diam, kemudian fotonya dimasukkan ke grup percakapan, dijadikan bahan olokan, hingga dibuat menjadi stiker.
“Motifnya, saat melakukan pembakaran di Diskominfo, dia kesal dengan lingkungan, dengan karyawan lain. Karena sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker,” kata Elnath, Rabu (12/8/2026). MFA yang bekerja sebagai operator command center di Diskominfo Kukar telah diamankan polisi dan masih menjalani pemeriksaan. Penyidik masih mendalami motif, dugaan perundungan yang dialami MFA, dan seluruh rangkaian kejadian untuk menentukan fakta hukum dalam perkara tersebut. (RAI)