JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran rumah di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menewaskan seorang ibu dan empat anaknya. Kelima korban terjebak di dalam rumah setelah api membesar dan menutup akses keluar. Seorang ayah bersama dua anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri dengan menjebol dinding rumah.
Peristiwa bermula ketika seluruh penghuni rumah sedang beristirahat sekitar pukul 03.00 WITA. Pemilik rumah, Murdasing, terbangun setelah mendengar suara letupan dan mendapati api telah membakar sebagian bangunan berbahan kayu. Kobaran kemudian cepat menjalar ke bagian lain rumah.
Murdasing bersama istrinya, Hasna, dan anak-anak mereka sempat berusaha mencari jalan keluar. Namun, pintu kamar telah dikepung api sehingga tidak dapat dilewati. Dalam kondisi terdesak, Murdasing menendang dinding papan rumah hingga jebol dan menjadikannya sebagai jalur penyelamatan.
“Api diduga berasal dari obat nyamuk bakar. Sebelum tidur, salah satu anak saya sempat meminta obat nyamuk untuk dinyalakan,” kata Murdasing, Kamis (06/08/2026). Keterangan itu masih menjadi dugaan awal dan belum merupakan kesimpulan akhir penyelidikan. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan titik awal serta penyebab kebakaran.
Murdasing berhasil keluar bersama Sindi dan Arfan. Namun, api telah membesar sehingga ia tidak dapat kembali masuk untuk menyelamatkan anggota keluarga lainnya. Polisi menyebut Murdasing hanya dapat mendengar teriakan keluarganya dari dalam rumah.
Lima korban meninggal adalah Hasna yang berusia 38 tahun beserta empat anaknya, yakni Hasriani, Karina, Nur Aisyah, dan Wardah. Anak-anak tersebut berusia antara dua hingga 12 tahun. Seluruh korban ditemukan setelah api berhasil dipadamkan.
Personel Polsek Poleang mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Polisi dan warga bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia serta mengevakuasi barang yang masih dapat diselamatkan. Lokasi kemudian dipasangi garis polisi untuk keperluan olah tempat kejadian perkara.
Kasat Reskrim Polres Bombana Iptu Cevin Thimorut Beryan Djari mengatakan hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan api berasal dari obat nyamuk bakar. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa sisa bangunan untuk menguji dugaan tersebut. Belum ada keterangan mengenai keberadaan jaringan listrik atau sumber api lain yang mungkin berkontribusi terhadap kebakaran.
Selain menewaskan lima orang, kebakaran menghanguskan rumah beserta sebagian besar isinya. Kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta, termasuk uang tunai sekitar Rp50 juta, dua mesin senso, dan satu mesin pemotong rumput. Perhitungan tersebut masih berupa taksiran awal dari pihak keluarga dan aparat setempat. (RHU)