Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Korban meninggal dunia akibat ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 bertambah menjadi dua orang setelah taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, Muhammad Bilal Ramzi, meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Korban mengembuskan napas terakhir pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyampaikan duka cita atas wafatnya Muhammad Bilal Ramzi. “Jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Kota Sabang,” kata Andri, Jumat (26/6/2026). Muhammad Bilal menjadi korban jiwa kedua dalam insiden ledakan tersebut setelah sebelumnya Fahri Herdi Eko meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) saat menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.
Ledakan terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jumat (12/6/2026). Peristiwa itu menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, terdiri atas 14 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal.
ASDP menyatakan pendampingan terhadap korban dan keluarga terus dilakukan sejak hari pertama kejadian. Perusahaan juga berkoordinasi dengan rumah sakit, keluarga korban, dan para pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh kebutuhan penanganan terpenuhi.
Menurut Andri, dukungan tersebut akan terus diberikan kepada para korban yang masih menjalani proses pemulihan. Keselamatan penumpang, pengguna jasa, dan seluruh personel operasional disebut tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
ASDP juga menegaskan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang terkait penyebab ledakan. Evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional akan dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah kejadian serupa terulang. Selain itu, perusahaan menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis, pemerintah daerah, aparat, dan seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan korban sejak insiden terjadi. (ANT/RAI)