Penulis: Agung Riyadi · Reporter: M. Agung Riyadi
JAKARTA, AFU.ID — Korban jiwa akibat insiden kecelakaan kerja di pabrik pulp dan kertas milik Nippon Dynawave Packaging Company di Washington, Amerika Serikat, dilaporkan bertambah. Hingga kini, dua orang dikonfirmasi meninggal dunia dan sembilan orang lainnya masih dalam pencarian.
Departemen Pemadam Kebakaran Longview menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu oleh ledakan bahan kimia pada Selasa (26/5/2026). Petugas menduga insiden tersebut berawal dari pecahnya tangki yang menampung cairan kimia putih—zat yang biasa digunakan dalam proses pembuatan bubur kertas (pulp).
"Satu korban yang sempat dievakuasi dari lokasi kejadian pada Selasa kemarin akhirnya meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya. Dengan demikian, jumlah korban tewas yang terkonfirmasi saat ini menjadi dua orang," bunyi pernyataan resmi bersama dari pihak pemadam kebakaran dan manajemen perusahaan, Rabu (27/5/2026).
Selain sembilan orang yang dinyatakan hilang, dokumen resmi tersebut juga mencatat delapan orang lainnya mengalami luka-luka, yang terdiri dari tujuh karyawan pabrik dan seorang petugas pemadam kebakaran.
Dampak dari ledakan ini ternyata tidak hanya merusak fasilitas pabrik. Kepala Pemadam Kebakaran Cowlitz County, Scott Goldstein, mengungkapkan bahwa insiden tersebut memicu terjadinya tumpahan zat kimia yang mengalir hingga ke Sungai Columbia.
"Kami masih terus mengumpulkan dan memproses informasi tambahan untuk mengklasifikasikan serta mengukur seberapa besar dampak dari pencemaran ini," jelas Goldstein dalam konferensi persnya.
Saat ini, proses pemantauan dan mitigasi dampak lingkungan sedang berjalan intensif. Otoritas setempat juga telah menggandeng Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) untuk menguji kualitas udara dan air di sekitar lokasi, sekaligus mengoordinasikan langkah-langkah penanggulangan polusi yang terjadi.
(ANT/MAR)