Jakarta, AFU.ID - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) telah bertambah menjadi 1.430 orang, demikian disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez pada Sabtu (27/6/2026).
Rodriguez melalui siaran televisi pemerintah menyatakan bahwa 3.238 orang terluka dan 3.142 keluarga terdampak oleh bencana tersebut.
Setelah dua gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,2 dan 7,5, Venezuela mencatat sebanyak 430 gempa susulan berkekuatan ringan hingga sedang, sebut Rodriguez dalam laporan terbaru pemerintah mengenai keadaan darurat nasional.
Atas nama otoritas Venezuela, Rodriguez menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada ribuan korban bencana alam tersebut. Dia menyebutkan puluhan ribu orang masih bekerja nonstop dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
Bantuan Donald Trump
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez menyatakan telah menerima panggilan telepon dari Presiden Donald Trump dan menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan AS menyusul gempa besar di Venezuela.
“Saya menerima panggilan dari Presiden @realDonaldTrump dan Menteri Luar Negeri @marcorubio, yang menegaskan kembali dukungan Pemerintah Amerika Serikat pada masa sulit ini bagi Venezuela," tulis Rodriguez di X.
"Mereka menegaskan komitmen untuk mendukung upaya tanggap darurat dengan mengirimkan tim penyelamat, peralatan khusus, dukungan bagi tempat penampungan sementara, serta bantuan kemanusiaan bagi keluarga terdampak. Kami sangat berterima kasih atas wujud persahabatan dan kerja sama ini."
Juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, Jumat (26/6), mengatakan sekitar 1.000 personel darurat dari belasan negara telah tiba di Venezuela untuk membantu membersihkan puing dan mencari korban selamat pascagempa.
Dua gempa kuat mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6), masing-masing bermagnitudo 7,2 dan 7,5 menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Data resmi terbaru mencatat korban tewas mencapai 920 orang, dengan 3.360 lainnya luka-luka. Hampir 400 bangunan tempat tinggal hancur, infrastruktur serta rumah sakit rusak, dan bandara utama negara itu ditutup.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas dampak tragis gempa tersebut. Moskow menyatakan siap memberikan bantuan kepada Caracas. (ANT/EER)