JAKARTA, AFU.ID — Masyarakat diimbau menghindari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026). Imbauan itu disampaikan menyusul rencana pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) dan diperkirakan dihadiri sekitar 100.000 peserta. Polda Metro Jaya memperkirakan terjadi peningkatan volume kendaraan dan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di sekitar Monas selama kegiatan berlangsung. “Diperkirakan akan ada kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan sekitar kawasan Monas. Para pengendara diimbau untuk menghindari ruas jalan di sekitar kawasan ini atau mencari rute alternatif untuk menghindari penumpukan kendaraan,” tulis akun media sosial TMC Polda Metro Jaya, dikutip Jumat (31/7/2026).
Polisi meminta masyarakat yang memiliki keperluan melintas di kawasan tersebut untuk menggunakan jalur alternatif. Warga yang hendak menghadiri kegiatan juga disarankan memanfaatkan transportasi umum. “Ditlantas Polda Metro Jaya bersama petugas gabungan akan memberikan pelayanan dan melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional guna mendukung kelancaran kegiatan. Bagi masyarakat yang akan menghadiri acara, disarankan menggunakan transportasi umum,” lanjut keterangan TMC Polda Metro Jaya.
Zikir dan Doa Kebangsaan dijadwalkan berlangsung di kawasan Monas pada Sabtu (1/8/2026), mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB. Kemenag memperkirakan kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 100.000 peserta. Panitia pun telah melakukan berbagai persiapan dan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib. “Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis M. Hanafi dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Menurut Muchlis, koordinasi tersebut dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk. Ia mengatakan Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum kebersamaan berbagai elemen bangsa dalam mengawali rangkaian peringatan kemerdekaan. “Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam mengawali peringatan kemerdekaan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya. Kemenag juga mengajak seluruh peserta menjaga ketertiban dan kekhusyukan selama kegiatan berlangsung agar acara dapat berjalan lancar serta meninggalkan kesan positif. (EER)