JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran yang melanda kantor dan gudang obat di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp3 miliar. Api menghanguskan area bangunan seluas kurang lebih 1.200 meter persegi di Jalan Kramat I, Kelurahan Grogol Selatan. Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka dalam kejadian tersebut.
Api pertama kali terlihat oleh petugas keamanan di lorong belakang sebelah kiri gudang, tepatnya di sekitar mesin thermal chamber yang digunakan untuk mengondisikan suhu obat. Petugas keamanan sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan. Upaya tersebut tidak berhasil karena api telah membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan menerima laporan pada pukul 18.48 WIB. Sebanyak 28 unit mobil pemadam dengan kekuatan 185 personel kemudian dikerahkan ke lokasi. Proses penanganan berlangsung hingga api dinyatakan padam pada pukul 21.13 WIB.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal menyebut objek yang terbakar merupakan kantor dan gudang obat milik PT MF. Dugaan awal kebakaran mengarah pada gangguan atau fenomena kelistrikan di area ruang termal. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Seorang warga bernama Arya mengaku mendengar suara ledakan sebelum api terlihat membesar dari kawasan gudang. “Saya dengar ada ledakan awalnya, kemudian lama-lama kebakaran,” kata Arya kepada wartawan, Selasa (28/7/26). Belum diketahui apakah suara tersebut berkaitan langsung dengan sumber awal kebakaran.
Kebakaran sempat menarik perhatian warga dan menyebabkan kepadatan di sekitar Pasar Kebayoran Lama. Personel kepolisian membantu mengatur lalu lintas serta mengamankan lokasi ketika petugas pemadam melakukan penanganan. Kerumunan warga juga diminta menjauh agar tidak menghambat proses pemadaman.
Petugas memastikan tidak ada pekerja maupun warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Kerugian sekitar Rp3 miliar berasal dari kerusakan bangunan, fasilitas kantor, gudang, dan barang yang berada di area terdampak. Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan sumber gangguan kelistrikan yang memicu kebakaran. (RHU)