JAKARTA, AFU.ID — Asap yang mengepul dari lantai dua sebuah rumah di Jalan Kedondong Raya, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengawali kepanikan warga, Kamis (16/7/26). Bagian atas bangunan tersebut digunakan sebagai enam petak kontrakan yang dihuni secara terpisah. Seorang warga yang sedang melintas pertama kali melihat asap keluar dari lantai dua. Ia segera memberi tahu pemilik rumah yang ketika itu berada di lantai satu sebelum warga sekitar menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Api terus membesar di tengah permukiman yang padat. Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan tujuh mobil pemadam dan 35 personel dikerahkan ke lokasi. “Kami mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan 35 personel untuk memadamkan kebakaran di kawasan padat tersebut,” kata Gatot di Jakarta.
Petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 09.15 WIB. Api baru berhasil dipadamkan seluruhnya pada pukul 10.22 WIB atau setelah petugas berjibaku selama lebih dari satu jam. Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 120 meter persegi dan terdiri atas dua lantai. Lantai pertama digunakan sebagai rumah tinggal, sedangkan lantai kedua dibagi menjadi enam pintu kontrakan. “Bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai satu rumah tinggal dan lantai dua ada enam pintu kontrakan,” ujar Gatot.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari lantai dua bangunan. Namun, belum diketahui bagian instalasi atau peralatan listrik yang pertama kali mengeluarkan api. Belum ada pula keterangan mengenai jumlah penghuni enam kontrakan tersebut serta barang-barang yang berhasil diselamatkan. Petugas hanya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Besarnya kerugian diperkirakan mencapai Rp400 juta. Nilai tersebut merupakan taksiran awal dari kerusakan bangunan dan barang yang terdampak kebakaran. Kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat dengan bangunan yang terdiri atas beberapa petak kontrakan dalam satu rumah. Kondisi tersebut membuat api berpotensi cepat menyebar ke bagian lain bangunan. (RHU)