JAKARTA, AFU.ID — Empat kebakaran terjadi secara beruntun di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dalam rentang tiga hari. Rangkaian peristiwa tersebut menewaskan dua orang dan menimbulkan kerugian materi sedikitnya Rp3,6 miliar. Api melanda pasar, pondok pesantren, rumah warga, hingga satu unit sepeda motor di empat kecamatan berbeda.
Kebakaran pertama melanda Pasar Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB. Kobaran api menghanguskan 15 kios, beberapa di antaranya juga digunakan sebagai tempat tinggal pedagang, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 miliar. Warga sempat mendengar suara seperti ledakan tabung gas sebelum api membesar, tetapi penyebab pasti kebakaran masih diselidiki polisi.
Sehari kemudian, api membakar sejumlah ruangan di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin, Nagari Pungguang Kasiak, Kecamatan Lubuak Aluang. Kebakaran menghanguskan fasilitas belajar dan aktivitas santri dengan kerugian sekitar Rp600 juta, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa. Seorang petugas pemadam dilaporkan mengalami kecelakaan kerja saat proses penanganan berlangsung.
Dua kebakaran kembali terjadi pada Jumat di Nagari Sungai Buluah Utara dan Nagari Sintuak. Kebakaran rumah di Korong Kelok Licin, Sungai Buluah Utara, menewaskan dua penghuni bernama Nurlela dan Doni serta menghanguskan satu mobil dan dua sepeda motor. Kerugian akibat kebakaran yang terjadi saat penghuni terlelap itu diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Pada hari yang sama, satu unit sepeda motor turut terbakar di Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. Belum ada laporan korban jiwa maupun nilai kerugian dari peristiwa tersebut. Penyebab masing-masing kebakaran belum dapat disimpulkan karena masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Padang Pariaman Rifki Monrizal mengatakan armada pemadam daerah itu harus mendapat bantuan dari kabupaten dan kota tetangga untuk menangani rangkaian kebakaran. Pemerintah daerah kini meningkatkan kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, dan koordinasi lintas instansi untuk mencegah kejadian serupa. “Ada korban jiwa, dua orang,” kata Rifki (25/07/26).
Masyarakat diminta memeriksa instalasi listrik, tabung gas, dan sumber api sebelum meninggalkan rumah atau tempat usaha. Pemerintah juga mengingatkan warga segera menghubungi petugas apabila melihat asap atau api agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas. Belum diketahui apakah empat kebakaran tersebut memiliki pola penyebab yang sama atau merupakan peristiwa terpisah. (RHU)