Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
BNPB Aktifkan Media Center Penanganan Dampak Gempa NTT
Bagikan:
Penulis: Muhammad Fakhruddin · Reporter: ANTARA FOTO/Mega Tokan/sth/wpa
Ringkasan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengaktifkan Media Center resmi untuk memberikan pembaruan transparan mengenai penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala BNPB, Suharyanto, menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan informasi untuk mengurangi disinformasi di masyarakat, serta menyatakan bahwa informasi resmi akan disampaikan setiap sore. BNPB juga membuka posko di Labuan Bajo dan Maumere untuk memastikan penanganan yang cepat dan merata bagi lebih dari 5.000 pengungsi dan mengatasi kerusakan akibat bencana yang menewaskan 47 orang.
Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).
JAKARTA, AFU.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaktifkan Media Center resmi guna menyajikan pembaruan data penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara transparan dan terintegrasi. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pengoperasian Media Center tersebut ditujukan untuk memberikan informasi terkini secara berkala, sekaligus meredam simpang siur berita disinformasi di tengah masyarakat.
Kecepatan dan ketepatan informasi ini menjadi salah satu prioritas yang dibahas dalam rapat koordinasi bersama seluruh jajaran Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT. "Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore," kata Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
BNPB berharap keberadaan saluran informasi resmi ini dapat membantu insan pers dan masyarakat dalam memperoleh data yang akurat, terverifikasi, serta dapat dipertanggungjawabkan selama masa tanggap darurat berlangsung. Kepala BNPB juga akan mengomandoi langsung Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere.
Adapun pembagian dua titik wilayah operasi ini dirancang untuk menjangkau seluruh kabupaten terdampak di Flores bagian barat dan timur secara cepat, presisi, serta merata. “Kami juga membuka posko di Maumere untuk melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada," paparnya.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8), memaksa lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana ini turut menelan 47 korban jiwa dan memicu kerusakan bangunan yang sangat masif.