JAKARTA, AFU.ID - Mabes Polri mengirim 137 personel ke wilayah terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman personel sebagai dukungan penanganan pascabencana dan perbantuan evakuasi korban gempa NTT.
Ratusan personel itu terdiri dari sejumlah satuan seperti dokpol hingga SAR Brimob. “Terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101 personel, personel Disaster Victim Identification (DVI) dan Dokkes sebanyak 14 personel," kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
"Kemudian personel humas sembilan personel, personel Slog tiga personel, dan personel Propam 10 personel. Total sekitar 137 personel,” tambahnya.
Johnny menjelaskan bahwa ratusan personel tersebut diberangkatkan menuju Flores sejak Sabtu, 15 Agustus 2026 malam. Pengerahan 137 personel ini menjadi bagian awal dari total 260 personel yang disiapkan Polri untuk mendukung seluruh proses penanggulangan bencana di lapangan.
Ia menambahkan, kehadiran tim gabungan tersebut difokuskan untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian dan pertolongan korban, pelayanan medis, identifikasi, hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
“Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” kata Johnny
Johnny menegaskan bahwa Polri siap menambah pengerahan kekuatan pasukan serta logistik sesuai dengan perkembangan situasi dan kebutuhan riil masyarakat di lokasi bencana.“Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan dampak bencana di wilayah Flores dan NTT,” ucap Johnny.
Sebelumnya, jajaran Polda NTT dan para Kapolres di wilayah terdampak telah diperintahkan untuk langsung turun ke lapangan berkolaborasi dengan instansi terkait. Sejumlah posko bantuan dan tempat pengungsian juga telah didirikan di area aman untuk mendukung penanganan darurat. (FAP)