JAKARTA, AFU.ID — Rapat pembahasan anggaran di DPRD Provinsi Riau berujung ricuh setelah perselisihan dua politikus Partai Golkar, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet, memicu bentrokan antarkelompok pendukung mereka. Kericuhan terjadi seusai rapat Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah Riau pada Kamis. Parisman merupakan Wakil Ketua DPRD Riau, sedangkan Indra menjabat Ketua Komisi V.
Perselisihan bermula saat keduanya terlibat adu argumen di dalam ruang rapat. Setelah rapat memanas, kelompok yang dikaitkan dengan kedua politikus tersebut terlibat saling dorong, melempar benda, dan baku hantam di luar ruangan. Seorang petugas keamanan DPRD bernama Harianto mengalami luka di bagian kepala ketika berusaha melerai bentrokan. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebut kericuhan tersebut memalukan dan tidak mencerminkan sikap wakil rakyat. “Seharusnya sebagai wakil rakyat bisa kasih contoh yang baik kepada masyarakat. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional, dan dialog, bukan dengan emosi, apalagi adu fisik,” kata Doli, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima Doli, keributan bermula ketika Indra dianggap menyudutkan Parisman dalam rapat pembahasan anggaran. Parisman kemudian disebut terpancing emosi. Keterangan tersebut merupakan versi yang diterima pengurus DPP Golkar. Belum ada penjelasan terbuka dari Indra mengenai tudingan bahwa dirinya memulai perselisihan. Doli meminta DPD Partai Golkar Riau segera memanggil kedua kader tersebut agar konflik tidak semakin panjang dan kembali melibatkan kelompok pendukung.
“Seharusnya sesama anggota Fraksi Partai Golkar bisa saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar,” ujarnya. Parisman telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan Partai Golkar. Ia mengaku tidak mengetahui para pendukungnya datang ke gedung DPRD setelah menerima kabar mengenai perselisihan di dalam rapat.
“Saya sudah berniat ingin menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik dengan Eet, namun ada hal yang menyebabkan bentrokan ini terjadi,” kata Parisman. Polisi mulai mengumpulkan rekaman kamera pengawas dan barang bukti untuk mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dalam bentrokan. Hingga pemeriksaan awal dilakukan, polisi menyatakan belum menerima laporan resmi dari korban.
Sekretariat DPRD Riau juga mengevaluasi sistem keamanan gedung dan mempertimbangkan menempuh jalur hukum atas kericuhan tersebut. Belum diketahui apakah Partai Golkar akan menjatuhkan sanksi organisasi kepada Parisman maupun Indra. DPD Golkar Riau menyatakan keduanya akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi. (RHU)