JAKARTA AFU.ID — Sebuah drone Rusia dilaporkan memasuki wilayah udara Rumania dan menghantam sebuah gedung apartemen di Kota Galati, memicu kebakaran serta melukai dua orang. Insiden tersebut langsung memicu kecaman dari Rumania, NATO, dan Uni Eropa karena terjadi di wilayah negara anggota aliansi pertahanan Atlantik Utara itu.
Kementerian Pertahanan Nasional Rumania menyatakan peristiwa itu terjadi pada malam antara Kamis (28/5/2026) dan Jumat (29/5/2026), saat Rusia kembali melancarkan serangan drone ke sejumlah target di Ukraina yang berada dekat perbatasan Rumania.
Menurut kementerian tersebut, sistem radar mendeteksi sebuah drone yang memasuki wilayah udara Rumania dan bergerak menuju kawasan selatan Kota Galati. Drone itu kemudian jatuh dan menghantam atap sebuah gedung apartemen hingga memicu kebakaran.
Dua warga yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Darurat Klinis Wilayah Galati untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, puluhan warga lainnya dilaporkan dievakuasi dari area sekitar lokasi kejadian.
Sejumlah tim gabungan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan penyelidikan. Operasi tersebut melibatkan Inspektorat Jenderal Situasi Darurat, Kepolisian Rumania, Badan Intelijen Rumania, serta unsur dari Kementerian Dalam Negeri.
Pusat Komando Militer Nasional Rumania juga telah mengoordinasikan langkah-langkah darurat dengan otoritas terkait. Pemerintah setempat turut mengaktifkan sistem peringatan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan ancaman lanjutan.
Dilansir dari NBC News, Menteri Luar Negeri Rumania, Oana-Silvia Toiu, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut masuknya drone Rusia ke wilayah negaranya sebagai eskalasi serius dan tindakan tidak bertanggung jawab yang melanggar hukum internasional serta kedaulatan wilayah udara Rumania.
Sebagai respons diplomatik, pemerintah Rumania telah memanggil Duta Besar Rusia untuk meminta penjelasan terkait insiden tersebut. Langkah itu diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran atas dampak perang Rusia-Ukraina yang semakin mendekati wilayah negara-negara anggota NATO.
Kecaman juga datang dari Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. Ia menilai tindakan Rusia menunjukkan bahwa dampak perang yang dilancarkan Moskow tidak lagi terbatas pada wilayah Ukraina dan kini berpotensi mengancam keamanan negara-negara lain di kawasan Eropa.
Rutte menegaskan NATO siap mempertahankan setiap jengkal wilayah negara anggotanya. Pernyataan senada disampaikan Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, Matthew Whitaker, yang menyatakan dukungan penuh kepada Rumania serta mengecam serangan yang disebutnya sembrono dan membahayakan warga sipil.
Sementara itu, Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menyebut insiden tersebut sebagai bukti bahwa perang Rusia telah kembali melampaui batas. Peristiwa itu menambah ketegangan di tengah konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung dan memunculkan kekhawatiran akan potensi eskalasi yang lebih luas di kawasan Eropa. (ANT/RAI)