JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp19,95 miliar untuk menyewa 194 unit mobil dinas selama satu tahun pada Tahun Anggaran 2026. Kebijakan tersebut dipilih sebagai bagian dari skema pengelolaan kendaraan dinas yang diklaim lebih efisien dibandingkan membeli kendaraan baru. Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan Herman Susilo mengatakan, kendaraan tersebut digunakan oleh hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk kecamatan dan kelurahan.
Mobil yang disewa terdiri atas beberapa jenis, seperti Toyota Innova Zenix, Mitsubishi Xpander, Hyundai, dan Toyota Avanza. "Selama satu tahun disewa dan digunakan oleh hampir semua dinas, termasuk camat dan lurah," kata Herman, Rabu (8/7/2026). Menurut Herman, skema sewa dipilih karena dinilai lebih menghemat biaya operasional kendaraan. Seluruh biaya pemeliharaan, penggantian suku cadang, hingga asuransi menjadi tanggung jawab penyedia jasa sehingga pemerintah hanya menanggung biaya sewa. "Pertimbangannya untuk efisiensi spare part, perawatan, asuransi. Jadi kita saat sewa tidak lagi menganggarkan biaya perawatan," ujarnya.
Sehari kemudian, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan sistem sewa memberikan keuntungan karena pemerintah tidak lagi dibebani biaya perawatan kendaraan. Menurutnya, seluruh risiko kerusakan kendaraan menjadi tanggung jawab vendor, sedangkan pemerintah hanya menanggung biaya operasional seperti bahan bakar. "Jadi efisiensinya akan banyak, sistem sewa ini lebih memudahkan bagi kita," kata Benyamin.
Benyamin mencontohkan mobil dinas yang digunakannya pernah mengalami kerusakan ringan akibat terserempet kendaraan lain. Namun, seluruh biaya perbaikannya ditanggung oleh penyedia jasa tanpa membebani anggaran pemerintah. "Mobil saya yang Kijang Zenix lecet sedikit keserempet, diperbaiki oleh vendor, kemudian dikembalikan," ujarnya.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) LPSE Kota Tangerang Selatan, anggaran sewa kendaraan dinas Sekretariat Daerah pada 2026 mencapai sekitar Rp19,95 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp2,07 miliar atau 11,6 persen dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,89 miliar. Meski demikian, Pemkot Tangerang Selatan menilai sistem sewa tetap menjadi pilihan paling efisien karena menghilangkan kebutuhan anggaran pemeliharaan kendaraan selama masa penggunaan. (RAI)