JAKARTA, AFU.ID — Media sosial dihebohkan oleh beredarnya foto surat resmi dari Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, yang memuat instruksi penolakan terhadap keikutsertaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan keagamaan warga setempat. Surat bernomor 0218/MWC NU/A-I/L-26.28/VIII/2026 bertanggal 5 Agustus 2026 (20 Shofar 1448 H) tersebut mengusung perihal "Intruksi Larangan Kegiatan KKN UNMU" dan ditujukan kepada Ketua/Pimpinan Badan Otonom (Banom) NU di semua tingkatan serta Ketua Lembaga MWCNU Kasembon.
Dalam dokumen tersebut, pengurus MWCNU Kasembon menginstruksikan seluruh jajaran struktur hingga tingkat anak ranting untuk melarang mahasiswa KKN UMM terlibat dalam berbagai peribadatan dan keagamaan warga Nahdliyin. "Kami pengurus MWCNU Kasembon mengintruksikan kepada semua jajaran ketua dan pengurus BANOM dan lembaga MWCNU Kasembon disemua tingkatan (khususnya ditingkat anak ranting) himbauan untuk tidak menerima keikutsertaan KKN dari UNMU yang ingin bergabung dengan kegiatan warga Nahdliyin, mengisi kegiatan di TPQ, Madin, pengajian, yasinan, tahlil, istiqosah dan lain-lain yang di laksanakan oleh warga NU, dengan alasan apapun," bunyi petikan surat instruksi yang ditandatangani jajaran Rais, Katib, Ketua, dan Sekretaris MWCNU Kasembon tersebut, dikutip Jumat (7/8/2026).
Surat itu secara gamblang menyebutkan alasan mendasar di balik instruksi larangan tersebut, yakni adanya perbedaan paham keagamaan dan identitas organisasi. "Karena aqidah dan bendera kita dengan mereka jelas-jelas berbeda. Demikian surat intruksi ini kami sampaikan, dan mohon dilaksanakan sesuai dengan arahan dari kami, atas kerjasamanya kami haturkan terimakasih," lanjut keterangan tertulis dalam surat tersebut.
Kabar penolakan ini mendadak ramai diperbincangkan publik setelah unggahan foto surat tersebut viral di akun Instagram milik Ustaz Rifky Ja'far Thalib yaitu @rifkyjafarthalib.official. Surat serupa juga beredar di media sosial X. Merespons polemik yang meluas di media sosial, Universitas Muhammadiyah Malang membenarkan dan telah mengetahui keberadaan surat instruksi tersebut dan bergerak cepat melakukan langkah penanganan di lapangan.
Ketua Divisi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM Arina Restian memastikan, kegiatan KKN mahasiswa UMM di wilayah Kasembon tidak dihentikan dan terus berlangsung dengan pengawalan struktur pengurus NU. "Setelah mendapat informasi adanya surat tersebut, kami dari kampus langsung berkoordinasi dengan PCNU Kasembon dan alhamdulillah kegiatan adik-adik tetap berjalan dengan baik. Namun, tetap didampingi pihak PCNU Kasembon. Tentunya, kami akan terus berupaya berbuat kebaikan," ujar Arina, Jumat (7/8/2026).
Sementara itu, Rifky Ja'far Thalib yang mengunggah surat tersebut mengatakan, pelaksanaan KKN mahasiswa Universitas Muhammadiyah sedang berlangsung secara serentak di sejumlah daerah, termasuk Kasembon. "Yang kami ketahui mahasiswa Unmuh yang ditempatkan disini berasal dari berbagai daerah seperti Bone, NTT, Palu, Jogja, Lampung, dll, dan diantaranya juga warga Nahdliyyin di daerahnya, bahkan nonmuslim," tulis Rifky di laman IG pribadinya .
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti alasan yang melatarbelakangi keluarnya surat tersebut. Ia juga mengatakan setiap organisasi memiliki keputusan masing-masing, tetapi persoalan yang muncul di tengah masyarakat perlu diselesaikan melalui komunikasi.
"Belum diketahui secara pasti apa penyebab pengurus MWCNU Kasembon mengeluarkan surat tersebut, dan kami menghormati setiap keputusan ormas terkait, konflik seperti ini biasa, tetapi harus terus berupaya mencari langkah penyelesaian bersama demi keharmonisan hidup bermasyarakat dan bernegara," ulasnya.
Ia berharap, persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. "Semoga ke depan, baik oknum maupun keseluruhan elemen bangsa bisa jauh lebih bijak, lebih terbuka, dan lebih memandang kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan, terutama kaum muslimin yang menjunjung tinggi nilai perdamaian," tegas Rifky. (MAR)