JAKARTA, AFU.ID - Tarif Rp1 untuk seluruh transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta akan berlaku sehari pada hari Senin, 17 Agustus 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. "Semua transportasi pada tanggal 17 Agustus, yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, bayarnya hanya Rp1 rupiah saja," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Transportasi umum di Jakarta yang bakal menerapkan tarif Rp1 saat 17 Agustus meliputi Transjakarta, LRT dan MRT. Kebijakan tersebut diambil, menurut Pramono, agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan transportasi publik yang dikelola pemerintah daerah dengan tarif terjangkau pada momentum peringatan kemerdekaan. Pemberlakuan tarif Rp1 itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bepergian menggunakan transportasi publik.
Bagi warga Jakarta, kebijakan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memanfaatkan transportasi umum dalam berbagai aktivitas pada hari kemerdekaan. "Saya memutuskan untuk memberikan kado semua transportasi pada tanggal 17 Agustus yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta," ujar Pramono.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap warga ibu kota bisa hidup dengan nyaman, mudah dan bahagia dalam perayaan HUT ke-499 Jakarta. "Saya mengharapkan warga Jakarta hidup nyaman, mudah, dan bahagia," kata Pramono di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada 27 Juni 2026.
Oleh sebab itu, kata dia, Pemprov DKI terus meningkatkan layanan transportasi umum, memprioritaskan penyelesaian persoalan sampah, mengurangi banjir, serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang terintegrasi. Senada dengan Pramono, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga mengatakan peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027 menjadi momentum penting untuk mempersiapkan kota Jakarta menghadapi tantangan global.
Untuk itu, dia menegaskan pembangunan di Jakarta terus mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan warganya. "Jakarta harus siap menyambut perubahan global. Namun, yang paling penting bukan hanya membangun gedung-gedung tinggi, melainkan meningkatkan kesejahteraan manusianya. Karena itu, pembangunan yang telah dimulai akan terus kami lanjutkan agar masyarakat semakin merasakan manfaatnya," pungkas Rano. (EER)