AFU.id

Target 82 Juta Penerima MBG Dicurigai Terkait Pemilu 2029, Setara Separuh Pemilih 2024

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Target 82 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia menjelang Pemilu 2029 dicurigai memiliki kepentingan politik, karena jumlah tersebut setara dengan separuh dari pemilih dalam Pemilu 2024. Koordinator MBG Watch, Wahyudi Askar, mempertanyakan dasar penentuan angka ini dan mengaitkannya dengan strategi perolehan suara dalam pemilihan presiden. Meskipun pemerintah menetapkan target ini, Badan Gizi Nasional (BGN) kini memprioritaskan perbaikan kualitas penyelenggaraan program, daripada mengejar kuantitas penerima, dengan fokus pada daerah tertinggal dan kelompok rentan.

Target 82 Juta Penerima MBG Dicurigai Terkait Pemilu 2029, Setara Separuh Pemilih 2024
Aksi geruduk Kejagung oleh Koalisi MBG Watch (Foto:AFU.ID/Putri Nadhila)

Pemerintah Ubah Prioritas Program

Target resmi penerima manfaat MBG yang sebelumnya disampaikan pemerintah mencapai 82,9 juta orang. Kelompok penerima meliputi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada 21 Oktober 2025 mengatakan angka tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Target itu juga tercantum dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026. Presiden Prabowo Subianto pada 2 Februari 2026 menyebut penerima MBG telah mencapai 60 juta orang. Saat itu, Prabowo menargetkan program tersebut menjangkau 82 juta penerima paling lambat Desember 2026.

Namun, target kuantitas tidak lagi menjadi prioritas BGN. Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan perubahan arah pelaksanaan program telah disampaikan kepada Prabowo dalam pertemuan bersama pimpinan lembaga tersebut. “Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta. Tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi,” kata Nanik pada 4 Juni 2026.

BGN kini memprioritaskan pembenahan dapur agar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Dapur yang tidak memenuhi ketentuan akan dievaluasi dan dapat dikenai penghentian operasional sementara. Penyaluran MBG juga diarahkan kepada masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak hingga jenjang sekolah dasar.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi