AFU.ID, JAKARTA - Ketua Bidang Kebijakan Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar), Mukhamad Misbakhun mengingatkan seluruh kader untuk memperkuat nilai persatuan dan loyalitas.
Misbakhun turut mengajak para kader dari partai politik berlogo pohon beringin agar membela dan menyukseskan program-program Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.
Ia menyampaikan hal tersebut secara tegas sebagai implementasi dari doktrin karya-kekaryaan partai.
Politisi yang juga menjabat Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini menyatakan bahwa sebagai partai pendukung terbesar dalam koalisi, Partai Golkar berkewajiban memastikan keberhasilan jalannya pemerintahan.
“Artinya, kader Golkar memberikan karya nyata,” ungkap Mukhamad Misbakhun dalam keterangan resminya pada Senin, 9 Maret 2026.
“Pak Bahlil meminta kader-kader Golkar membela program Pak Presiden Prabowo, menyukseskan program-program strategis pemerintahan, dan ini berlaku juga bagi setiap kader Golkar di tingkat kabupaten/kota," sambungnya.
Misbakhun turut mengingatkan para kader mengenai kesiapan menghadapi kontestasi politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
Mengingat saat ini telah memasuki tahun 2026, Ia menekankan bahwa agenda penyusunan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada 2028 sudah semakin dekat.
“Tentunya, setiap kader partai ingin bisa masuk daftar caleg dan terpilih,” tuturnya.
Pria asal Pasuruan ini menjelaskan, posisi Golkar yang stabil di papan atas membuat partainya menjadi incaran banyak pihak yang ingin maju sebagai caleg.
Meski terbuka bagi anggota baru, Ia mengingatkan pentingnya penguatan internal.
“Golkar terbuka bagi siapa saja yang ingin memberikan pengabdian politiknya, tetapi konsolidasi dan persatuan tetap harus dikuatkan sejak awal karena itu kuncinya,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, Mukhamad Misbakhun meminta kader tetap bersikap rendah hati, sekalipun Golkar merupakan kekuatan besar dalam koalisi.
Ia mewanti-wanti adanya upaya dari partai lain yang ingin menyaingi posisi Golkar di Pemilu 2029 mendatang.
“Golkar yang terbesar dalam koalisi, tetapi Pak Bahlil selalu rendah hati. Golkar dikenal karena sistemnya. Banyak orang besar lahir dari Partai Golkar. Ingat, tidak ada kader yang lebih besar dari partai,” pungkasnya.