Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID – Bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, menewaskan tiga orang. Insiden tersebut juga mengakibatkan 20 rumah terbakar. Polisi menyebut sengketa lahan ulayat yang telah berlangsung lama memicu bentrokan itu. Perselisihan kepemilikan lahan sebelumnya juga memicu bentrokan antara kedua desa pada Mei 2026.
Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado menjelaskan perkembangan konflik setelah kejadian tersebut. “Awalnya masalah lahan dan sudah diselesaikan yang difasilitasi oleh pemda dan aparat, tapi kemarin terjadi lagi bentrokan susulan,” kata Eliezer, Minggu (19/7/2026). Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan aparat keamanan telah beberapa kali mempertemukan kedua pihak.
Proses mediasi melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Warga kedua desa juga sempat menyerahkan senjata api rakitan kepada polisi setelah menyatakan komitmen menjaga perdamaian. Setelah bentrokan kembali terjadi, personel Polres Flores Timur dan TNI mengevakuasi para korban. Aparat juga mengamankan lokasi serta berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dari kedua desa.
Petugas berupaya mencegah bentrokan meluas ke wilayah lain. Aparat gabungan masih berjaga di sejumlah titik perbatasan Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Petugas mengantisipasi bentrokan susulan di antara kedua kelompok warga. “Kami mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta bersama-sama menjaga persaudaraan,” ujar Eliezer. (FAD)