JAKARTA, AFU.ID — Empat wisatawan yang masih satu keluarga ditemukan tewas di tenda glamping kawasan wisata Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Keempat korban berasal dari di Dusun Bendosari RT 04 RW 08, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang,
Satu keluarga, yaitu Ali Munwar (52), istri dan kedua anaknya tiba di lokasi pada Selasa, (26/5/2026) malam menggunakan mobil Honda Jazz putih.
Keesokan harinya, petugas wisata curiga karena penghuni tenda tidak merespons saat diantar sarapan.
Petugas kembali datang saat jadwal check-out, tetapi tetap tidak ada jawaban. Tenda kemudian dibuka pada Rabu sekitar pukul 15.45 WIB. Ternyata satu keluarga di dalam tenda camping Glamping Safari Nomor 3 Taman Wisata Alam Posong, Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung tersebut telah meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil olah TKP menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Komang, Kamis. Polisi menduga korban meninggal akibat keracunan.
Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan resmi. Polisi mengamankan sampel makanan barbeque yang diduga dikonsumsi korban.
Sampel itu diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Tim DVI Polda Jawa Tengah juga melakukan autopsi terhadap salah satu korban di RSUD Temanggung.
Polisi telah memeriksa sedikitnya empat saksi, termasuk petugas pengelola wisata. Satreskrim Polres Temanggung masih mendalami penyebab kematian sekeluarga tersebut. Namun diduga kuat para korban menghirup gas butana atau propana dari kompor portable yang bocor di didalam tenda tertutup.
Satu keluarga yang meninggal dunia yakni Muhamad Ali akunawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16).
Adik sepupu Muhamad Ali Munawar, Muhamad Khoerudin mengatakan, keluarga besar menerima kabar duka pada Rabu (malam sekitar pukul 22.00 WIB. Informasi itu diterimanya dari saudara yang kemudian langsung memberi tahu pihak keluarga di Banyubiru.
Muhamad Ali Munawar beserta anak dan istri merupakan pedagang di kawasan Pasar Lanang Ambarawa. Almarhum dikenal baik dan dermawan oleh para tetangga. (RHU)