Sampel Makanan Diperiksa
Ketua Satuan Tugas MBG Jember Achmad Imam Fauzi mengatakan, laporan kejadian tersebut diterima dari Camat Bangsalsari selaku Koordinator Kecamatan MBG. Laporan kemudian diteruskan kepada Bupati Jember Muhammad Fawait. Pemkab Jember selanjutnya mengerahkan perangkat daerah terkait untuk memberikan penanganan darurat. Para korban dirawat di Puskesmas Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari; Klinik Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji; serta Puskesmas Paleran, Kecamatan Umbulsari.
“Bupati menginstruksikan agar penyelamatan korban menjadi prioritas utama. Seluruh korban harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah,” kata Fauzi. Sejumlah korban dengan gejala ringan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis awal. Sementara korban lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Satgas MBG Jember juga telah turun ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan serta mengamankan sampel makanan. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan sumber pencemaran dan penyebab gangguan kesehatan tersebut. “Kami ingin memastikan secara detail apa penyebab kejadian ini. Hasil investigasi nanti akan menjadi dasar evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” ujar Fauzi.
Hingga kini, belum dipastikan apakah gangguan kesehatan para korban berasal dari telur puyuh atau bahan makanan lainnya. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi terhadap proses pengolahan makanan di SPPG 1 Karangsono. (FAD)































