Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang meninggal dunia saat mengikuti pelatihan dasar militer (latsarmil) akan mendapatkan santunan dari Kementerian Pertahanan. Masing-masing keluarga korban dijanjikan menerima santunan sebesar Rp50 juta.
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, mengatakan dana santunan berasal dari anggaran pemerintah yang sejak awal telah dialokasikan untuk pelaksanaan program, mulai dari proses seleksi hingga operasional pelatihan. Selain santunan, pemerintah juga akan mengganti biaya transportasi para peserta menuju lokasi pelatihan. "Anggarannya dari pemerintah," kata Donny di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/7/2026).
Donny belum menjelaskan secara rinci pos anggaran yang digunakan untuk membayar santunan tersebut. Ia hanya menyebut pembiayaan sudah disiapkan sejak program dirancang sehingga dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang muncul selama pelaksanaan kegiatan. Di luar santunan dari Kemenhan, keluarga korban juga akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan dengan nilai sekitar Rp42 juta. Menurut Donny, besaran santunan masih menyesuaikan hasil penetapan penyebab kematian, apakah dikategorikan sebagai kecelakaan kerja atau akibat sakit saat menjalankan tugas.
Sebagai informasi, gelombang pertama latsarmil berlangsung pada 17 Juni hingga 31 Juli 2026 dan diikuti 35.476 peserta. Sebanyak 30 ribu peserta dipersiapkan menjadi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih, sedangkan 5.476 lainnya merupakan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih. Namun, sepanjang sekitar 10 hari pelaksanaan pelatihan, lima peserta dilaporkan meninggal dunia dengan penyebab yang berbeda-beda.
Kelimanya adalah Yonanda Muhammad Taufiq meninggal karena henti jantung, Anisa Muyassaroh karena heat stroke, Novia Rahmadhani Sihotang akibat tuberkulosis (TBC) aktif, dan Nola Dya Sari serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti pelatihan. Rifki diketahui memiliki riwayat hipertensi dan obesitas. (RAI)