JAKARTA, AFU.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kesiapannya menghadapi berbagai tantangan, termasuk perlawanan dari kelompok yang terlibat dalam praktik korupsi, penyelundupan, dan kegiatan ekonomi ilegal yang dinilai menghambat transformasi ekonomi nasional serta melemahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," kata Presiden Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/5/2026).
Menurut Presiden, perlawanan tersebut bisa datang dari pihak-pihak yang tidak memiliki kecintaan terhadap tanah air dan terus berupaya melemahkan NKRI.
"Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka yang tidak cinta tanah air bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit, kita harus berani membela rakyat kita," kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar harus berani mengambil keputusan yang benar dan berpihak kepada rakyat, meskipun keputusan tersebut tidak mudah untuk dijalankan.
Dalam amanatnya, Prabowo menyebut komitmen membela rakyat merupakan bagian dari tugasnya sebagai Presiden Kedelapan Republik Indonesia dan mandataris rakyat. Ia menegaskan tidak ingin mewariskan kemudahan jangka pendek yang justru mengorbankan masa depan generasi mendatang.
Prabowo juga menyoroti ketimpangan dalam model pertumbuhan ekonomi selama beberapa dekade terakhir. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah selama ini lebih banyak memberikan manfaat kepada pihak luar negeri, sementara masyarakat Indonesia belum menikmati nilai tambah yang optimal.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah saat ini menjalankan transformasi ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Langkah yang ditempuh antara lain penerapan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu, investasi besar di sektor industrialisasi berbasis hilirisasi, serta penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor.
Selain itu, pemerintah memperkuat kedaulatan ekonomi nasional melalui program ketahanan pangan, pengembangan ekonomi desa lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta program makan bergizi gratis.
Prabowo meyakini penerapan nilai-nilai Pancasila secara konsisten dalam bidang politik, hukum, budaya, dan ekonomi akan menjaga persatuan bangsa serta mencegah terjadinya perpecahan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, jajaran Kabinet Merah Putih, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta pelajar. (ANT/FAD).