Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kekayaan Alam Melimpah, Presiden Prabowo Sebut Banyak Negara yang Iri dan Ingin Indonesia Pecah
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Indonesia bagaikan negara yang mendapat karunia besar dari sang pencipta, berupa kekayaan alam yang sangat melimpah ruah. Dari Sabang hingga Merauke, nusantara mempunyai seluruh sumber daya alam (SDA) penting yang tak ada di negara lain.
Presiden RI, Prabowo Subianto memberi sambutan dalam peresmian lima bendungan baru di sejumlah daerah Indonesia yang berpusat di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, Jumat (10/7/2026). (Foto: BPMI Setpres/Rusman)
JAKARTA, AFU.ID — Indonesia bagaikan negara yang mendapat karunia besar dari sang pencipta, berupa kekayaan alam yang sangat melimpah ruah. Dari Sabang hingga Merauke, nusantara mempunyai seluruh sumber daya alam (SDA) penting yang tak ada di negara lain.
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto lantas menyebut banyak negara yang iri terhadap fakta tersebut. Bahkan, Kepala Negara dengan lantang menyatakan bahwa sangat banyak negara yang menginginkan Indonesia terpecah belah.
Prabowo Subianto lantas mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tetap mewaspadai berbagai tantangan, sekaligus memperkuat persatuan nasional. Ia menyampaikan seruan itu ketika meresmikan lima bendungan baru di sejumlah daerah, Jumat (10/7/2026).
Presiden Prabowo menjelaskan, ada pihak yang tak menginginkan Indonesia menjadi negara kuat dan maju. Oleh karenanya, Ia mengajak seluruh rakyat menjaga persatuan agar tak lengah dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap kepentingan nasional.
“Sebagai bangsa yang pernah ratusan tahun dijajah, dihina, dan dianggap lebih rendah dari anjing, kekayaan kita diperas sampai hari ini. Ada bangsa-bangsa, kelompok-kelompok, dan negara-negara tertentu yang iri karena kita kaya. Mereka memikirkan bagaimana bisa mencuri kekayaan kita dan kalau bisa Indonesia pecah,” ungkapnya di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Presiden RI lantas menegaskan tekadnya untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama dalam memastikan seluruh masyarakat terbebas dari kemiskinan dan kelaparan. Ia menekankan, amanah yang telah rakyat berikan akan berjalan dengan penuh kesetiaan.
“Dengan segala apa yang saya miliki, tenaga, pikiran, dan energi, saya akan mengabdi kepada bangsa dan rakyat. Saya tidak akan gentar dan tidak akan pernah menyerah,” tutur Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Prabowo menilai ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kemajuan suatu negara. Baginya, tak ada bangsa yang dapat berdiri kokoh apabila gagal memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri.
“Saya tidak rela rakyat Indonesia miskin, ada anak-anak yang lapar, itu penting bagi saya. Alhamdulillah, Indonesia sekarang mampu memberi pangan untuk rakyatnya sendiri,” ujarnya.
Pesan Presiden Prabowo untuk ASN dan APH
Di sisi lain, Presiden RI berpesan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan aparat penegak hukum (APH) agar melakukan introspeksi dan kembali meneguhkan jati diri sebagai pelayan masyarakat. Ajakan itu tertuju kepada birokrat, aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), hingga Kejaksaan agar senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Masalah bangsa Indonesia, juga masalah bagi kita semua, jadi saya minta semua introspeksi, terutama para birokrat, pejabat-pejabat militer dan polisi. Bintangmu, sepatumu, topimu dari rakyat, jangan pernah lupa itu, Kejaksaan demikian juga,” papar Prabowo.
Kepala Negara turut menyoroti berbagai capaian pemerintah yang menurutnya berhasil diraih dalam waktu singkat. Kendati harus menghadapi berbagai tantangan dan perlawanan dari pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu, termasuk pelaku korupsi.
Presiden Prabowo menyampaikan, pemberantasan korupsi akan terus berjalan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Ia memastikan, penegakan hukum harus berjalan adil dan berlaku bagi seluruh warga negara tanpa memandang status maupun kekuasaan.
“Kita laksanakan, akan tegakkan hukum untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja. Bukan hanya hukum untuk orang kaya saja,” pungkas Prabowo Subianto. (ADR)