Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Bukan Presiden Prabowo, Menlu Sugiono yang Wakili Pidato Indonesia di Perayaan HUT ke-59 ASEAN
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mewakili negara dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-59 ASEAN yang berlangsung di Jakarta pada 8 Agustus 2026, karena Presiden Prabowo Subianto tidak hadir. Dalam pidatonya, Sugiono menekankan pentingnya kerja sama ASEAN untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti ketahanan pangan, perlindungan saat krisis, dan pendidikan generasi muda. Ia juga menyerukan agar negara-negara anggota tidak bersaing satu sama lain dan terus memperkuat institusi untuk mencapai Visi Komunitas ASEAN 2045, dengan tema perayaan tahun ini adalah "Navigating Our Future, Together".
Menlu RI, Sugiono (keenam dari kiri), mewakili Indonesia di Peringatan HUT ke-59 ASEAN di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Kemlu RI)
JAKARTA, AFU.ID — Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) alias Asosiasi Negara Asia Tenggara telah berusia 59 tahun, Sabtu (8/8/2026). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 pun berlangsung di Markas Besar ASEAN, Jakarta, pada hari ini. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono mewakili Indonesia dan menyampaikan pidato di hadapan delegasi negara anggota.
Sugiono menyampaikan, ASEAN wajib menjamin kerja sama kawasan secara konsisten memberikan manfaat nyata bagi setiap masyarakatnya. Ia menilai, terdapat sejumlah aspek fundamental yang dapat menjadi tolok ukur keberhasilan, seperti kemampuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga. “Kemudian membantu masyarakat memeroleh pekerjaan yang layak, hidup dengan aman, dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan,” ungkapnya.
Oleh karenanya, Menlu RI menyatakan ASEAN harus semakin memperkuat kapasitas dalam melindungi masyarakat dari berbagai dampak dinamika dan krisis global. Dua aspek di antaranya adalah penguatan ketahanan pangan dan energi, serta perlindungan warga negara ketika sedang terjadi krisis. Ia juga menyebut penyiapan generasi muda melalui pendidikan dan keterampilan sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri sebagai pemimpin masa depan.
Pernyataan Menlu Sugiono tersebut sekaligus memberi penegasan, negara-negara anggota tak boleh menjadi musuh satu sama lain. Jika persaingan terjadi, maka kawasan Asia Tenggara berpotensi menjadi panggung rivalitas antarkekuatan besar, bahkan menimbulkan keberpihakan. Ia menekankan, ASEAN harus selalu berpihak kepada masyarakat demi kesejahteraan, keamanan, dan masa depannya.
Ajakan Sugiono tersebut berlandaskan modal ASEAN yang mempunyai peran sangat penting dalam menavigasi situasi dunia yang makin kompleks. Buktinya, kawasan Asia Tenggara sanggup melewati berbagi persaingan dan krisis dengan tetap menjaga prinsip utama: memajukan persatuan, perdamaian, dan dialog. Hampir enam dekade kemudian, arsitektur kawasan yang terbangun pun tak hanya sekadar berdiri, melainkan terus berkembang dan beradaptasi.
Selama proses tersebut, sentralitas ASEAN terus memperoleh kepercayaan sebagai jangkar dalam mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan. Menlu Sugono menjelaskan, dunia sekarang membutuhkan bridge-builder (pembangun jembatan) yang mampu meredakan ketegangan, menumbuhkan kepercayaan, dan menjaga dialog tetap berjalan. “Inilah peran yang telah dimainkan oleh ASEAN selama hampir enam dekade,” tuturnya.
Terakhir, Sugiono menyarankan agar ASEAN dapat menentukan arahnya sendiri untuk ke depannya. Termasuk memperkuat institusi, kapasitas, dan sumber daya yang vital untuk mewujudkan aspirasi Visi Komunitas ASEAN 2045. Peringatan HUT ke-59 ASEAN di Jakarta pun menjadi peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya 11 negara anggota hadir.
Kenapa Indonesia Diwakili Menlu Sugino, Bukan Presiden Prabowo?
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto tak menghadiri Peringatan HUT ke-59 ASEAN di Markas Besar ASEAN, Jakarta, hari ini. Alhasil, Menlu Sugiono yang berpidato di hadapan para delegasi negara anggota untuk menyampaikan aspirasi Indonesia. Rupanya, Kepala Negara tak hadir lantaran acara seremonial tahunan itu secara institusional hanya untuk para menlu dan komunitas diplomatik.
Peringatan HUT ke-59 ASEAN sendiri bertajuk ‘Navigating Our Future, Together’ alias ‘Mengurangi Masa Depan Kita, Bersama’. Tema itu mencerminkan komitmen negara anggota untuk menghadapi tantangan global dan membangun masa depan kawasan yang kuat, inklusif, serta berkelanjutan. Tahun ini, Filipina mendapat kepercayaan memegang posisi Keketuaan (Chairmanship) untuk memimpin arah kebijakan kawasan.
Seluruh (11) negara anggota pun mengirim delegasinya ke Markas Besar ASEAN, Jakarta. Selain Indonesia dan Filipina, ada Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, serta Timor Leste yang baru gabung tahun lalu. Para delegasi pun menikmati acara kuliner multinasional dan food festival yang menyajikan makanan gratis khas dari seluruh negara anggota. (ADR)