JAKARTA, AFU.ID – Polisi mengungkap hasil visum jenazah Nicholas F. Gosselin, pilot pesawat PT AMA Air yang tewas ditembak kelompok bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban ditembak dari jarak dekat. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Rommy Sebastian, mengatakan visum menemukan luka tembak pada bagian kepala korban.
Luka itu disebut menjadi penyebab utama kematian pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat tersebut. “Ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel atau contact gunshot wound,” kata Rommy dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026). Menurut Rommy, luka tembak itu menunjukkan posisi moncong senjata berada sangat dekat dengan permukaan kulit korban saat ditembakkan.
Rommy menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan proyektil masuk dari sisi kiri wajah korban dan keluar di sekitar telinga kanan. Tembakan tersebut menyebabkan kerusakan berat pada bagian tengkorak. Dari pemeriksaan radiologi yang dilakukan petugas medis di Timika, ditemukan patah tulang pada bagian wajah dan dasar tengkorak korban.
“Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” ujar Rommy. Selain luka tembak, tim medis juga menemukan sejumlah luka lain di bagian kepala, dahi, wajah, telinga, serta patah tulang rahang bawah kanan. Polisi menyebut luka-luka tersebut diduga akibat hantaman benda tumpul. Namun, luka paling fatal tetap berasal dari tembakan yang mengenai kepala korban.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan pemeriksaan visum menjadi bagian dari proses penegakan hukum. Hasil pemeriksaan itu akan digunakan untuk mengungkap peristiwa penembakan terhadap pilot PT AMA Air tersebut. “Selanjutnya, pada malam hari ini kami melaksanakan salah satu rangkaian proses penegakan hukum, yaitu pemeriksaan visum terhadap jenazah,” kata Yusuf.
Yusuf menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, pihak PT AMA Air, serta pihak lain yang terdampak atas peristiwa tersebut. “Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Koops TNI Habema menyatakan jenazah Nicholas berhasil dievakuasi pada Jumat pagi. Evakuasi dilakukan dari Kampung Balinggama, Distrik Soboham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Wakil Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengatakan evakuasi dilakukan melalui operasi khusus perebutan cepat dan SAR taktis.
Sebelum proses evakuasi, prajurit TNI lebih dulu mengamankan Lapangan Terbang Balinggama. “Melalui operasi khusus perebutan cepat dan SAR taktis, kami memastikan proses evakuasi dapat dilaksanakan secara cepat, aman, dan profesional,” kata Riyanto. Operasi tersebut melibatkan 10 prajurit Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal.
TNI juga melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan serta pembakaran pesawat PT AMA Air bernomor registrasi PK-RCY. Riyanto mengatakan prioritas utama aparat adalah mengevakuasi korban, mengamankan lokasi, melindungi warga, dan mendukung proses hukum terhadap pelaku. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum,” ujarnya. (FAD)