JAKARTA, AFU.ID – Otoritas Cina akhirnya buka suara soal insiden pesawat kecil yang menabrak gedung tertinggi Beijing, China CITIC Tower (China Zun), pada Jumat lalu. Pesawat kecil bernomor registrasi B-12PP itu dikemudikan oleh seorang pria bermarga Liu, berusia 66 tahun. Dalam hasil penyelidikan awal, otoritas menyebut Liu mengalami insomnia kronis dan gangguan kecemasan.
Pemerintah Distrik Chaoyang juga menemukan catatan dalam buku harian Liu yang mengarah pada keinginan untuk mengakhiri hidup. Temuan itu membuat otoritas menyimpulkan insiden tersebut dipicu faktor pribadi dan membahayakan keselamatan publik. “Investigasi komprehensif menyimpulkan bahwa ini adalah kasus membahayakan keselamatan publik yang disebabkan oleh alasan pribadi,” demikian pernyataan resmi otoritas Cina dikutip The Guardian, Jumat (3/7/2026).
Insiden tersebut menewaskan Liu di lokasi kejadian. Sebanyak 13 orang lainnya mengalami luka-luka, tetapi otoritas menyebut tidak ada korban luka yang berada dalam kondisi mengancam nyawa. Peristiwa itu bermula saat Liu menerbangkan pesawat ringan dari bandara penerbangan umum di Distrik Pinggu, wilayah pinggiran Beijing.
Sebelum terbang sendiri, Liu disebut lebih dulu menjalani penerbangan pendamping bersama instruktur atau pendamping sesuai prosedur. Penerbangan tersebut dilaporkan berlangsung tanpa kendala. Setelah itu, Liu melanjutkan penerbangan solo menggunakan pesawat yang sama. Pada fase inilah penyimpangan mulai terjadi.
Dalam penerbangan mandiri tersebut, Liu dilaporkan keluar dari jalur yang telah disetujui otoritas pengendalian lalu lintas udara. Tidak lama kemudian, komunikasi antara pesawat dan bandara terputus. “Selama penerbangan mandiri, ia menyimpang dari area yang ditentukan dan kehilangan kontak dengan bandara, kemudian menabrak gedung tinggi dan meninggal di tempat kejadian,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
Pesawat kemudian mengarah ke kawasan pusat bisnis Beijing sebelum akhirnya menabrak China CITIC Tower. Gedung setinggi 108 lantai itu merupakan kantor pusat kelompok jasa keuangan milik negara, CITIC Group. Lebih lanjut, dalam laporan Pemerintah Distrik Chaoyang, Liu disebut berstatus cerai dan tinggal seorang diri. Ia diketahui telah memperoleh lisensi pilot olahraga pada 2021, lalu mendapatkan lisensi pilot pribadi pada 2024.
Dengan lisensi itu, Liu secara resmi diperbolehkan menerbangkan pesawat ringan sesuai regulasi penerbangan sipil di Cina. Namun, hasil penyelidikan awal menunjukkan Liu memiliki persoalan kesehatan. Selain mengalami insomnia kronis dan gangguan kecemasan, ia juga beberapa kali menulis catatan dalam buku hariannya yang mengarah pada keinginan bunuh diri.
Otoritas menjadikan temuan itu sebagai salah satu dasar untuk menyatakan tabrakan tersebut berkaitan dengan alasan pribadi, bukan sekadar kecelakaan teknis. Meski begitu, belum dijelaskan bagaimana kondisi Liu dapat lolos atau tidak terdeteksi dalam pemeriksaan kesehatan penerbangan. Berdasarkan aturan penerbangan sipil Cina, pemegang lisensi pilot pribadi wajib menjalani pemeriksaan kesehatan berkala, termasuk evaluasi kondisi fisik dan psikologis.
Untuk pilot seusia Liu, sertifikat kesehatan harus diperbarui secara berkala guna memastikan tidak ada gangguan medis yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Insiden ini juga memunculkan pertanyaan soal pengawasan ruang udara Beijing. Sebab, pesawat kecil itu berhasil keluar jalur, hilang kontak, lalu menabrak gedung tertinggi di kawasan pusat bisnis ibu kota Cina.
China CITIC Tower berada di Distrik Chaoyang, sekitar 8 kilometer dari Zhongnanhai, kompleks kediaman sekaligus pusat pemerintahan pemimpin Cina, Xi Jinping. Kedekatan lokasi tabrakan dengan kawasan strategis itu membuat pengamanan ruang udara Beijing ikut disorot. Apalagi, wilayah udara ibu kota Cina dikenal sebagai salah satu yang paling ketat di dunia.
Setelah tabrakan terjadi, aparat keamanan segera mengamankan lokasi. Dokumentasi kejadian yang sempat beredar di media sosial juga disebut cepat dihapus, sementara akses peliputan di sekitar lokasi diperketat. Otoritas Cina baru memberikan penjelasan resmi beberapa hari setelah insiden terjadi. Dalam pernyataannya, pemerintah setempat menyebut kasus ini sebagai tindakan membahayakan keselamatan publik yang dipicu alasan pribadi. (FAD)