JAKARTA, AFU.ID - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memperluas layanan irigasi untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Dody, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) menjadi bagian dari upaya Kementerian PU untuk memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Kementerian PU terus memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air guna mendukung pemerataan pembangunan dan meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah 3T.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan JIAT sebagai solusi penyediaan air untuk lahan pertanian tadah hujan, termasuk di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dody mengarahkan agar pengembangan JIAT di Rote tidak hanya mencakup pembangunan sumur dan pompa air tanah, tetapi juga dilengkapi jaringan saluran tersier yang disesuaikan dengan kondisi lahan agar distribusi air ke area pertanian lebih efektif.
Selain itu, ia mendorong penggunaan energi yang lebih efisien dalam operasional sistem irigasi air tanah, termasuk pemanfaatan panel surya di lokasi yang memungkinkan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya operasional pompa dan meningkatkan keberlanjutan layanan irigasi di daerah terpencil.
Salah satu infrastruktur irigasi yang telah dibangun berada di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain. Proyek yang didanai APBN senilai Rp1,5 miliar tersebut memiliki debit air 9 liter per detik dan saat ini melayani lahan pertanian seluas 10 hektare.
Dody menilai keberadaan JIAT sangat penting karena Kecamatan Lobalain memiliki sekitar 1.395 hektare lahan sawah. Pada musim tanam kedua, pasokan air dari sumber permukaan sering berkurang sehingga air tanah menjadi alternatif yang dibutuhkan petani untuk menjaga produksi pertanian.
Ia juga meminta agar pengembangan JIAT dilakukan secara terintegrasi dengan pemetaan kebutuhan air di seluruh kawasan pertanian potensial di Rote Ndao.
Menurutnya, perencanaan yang matang akan memungkinkan pembangunan sumur-sumur JIAT baru dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Melalui pembangunan JIAT dan infrastruktur sumber daya air lainnya, Kementerian PU berkomitmen menghadirkan layanan dasar yang andal, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah 3T guna mendukung kemajuan sektor pertanian nasional.
Dody menambahkan, pengembangan JIAT di Rote Ndao sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. (ANT/FAD)