JAKARTA, AFU.ID — Percepatan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri merupakan salah satu perhatian utama Pemerintah Republik Indonesia (RI).
Melansir website Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), pada Minggu (24/5/2026), fokus kini tertuju pada transformasi digital di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta penyiapan karakter generasi muda yang adaptif terhadap dinamika global.
Langkah tersebut merupakan manifestasi visi Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan sinergi kaum muda dalam peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa arah pendidikan nasional harus memberikan solusi nyata bagi berbagai problematika bangsa.
“Pendidikan kita harus membumi, hadir di tengah rakyat, dan mampu memberikan solusi atas berbagai problematika,” ungkapnya.
“Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya menjulang dalam prestasi global, tetapi tetap memiliki integritas dan nasionalisme yang kokoh sebagai kader bangsa,” sambungnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah RI melalui Kemendikdasmen terus berkolaborasi dalam mengirimkan talenta-talenta unggul, termasuk para tenaga profesional dan alumni beasiswa, untuk terjun langsung memberikan edukasi digital di area Papua, Maluku, dan NTT.
Program tersebut bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis, sekaligus inspirasi bagi murid di daerah terpencil.
Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memastikan akan mendorong penguatan sarana teknologi di sekolah-sekolah terpencil guna mengejar ketertinggalan.
Gibran menyoroti pentingnya implementasi infrastruktur pendidikan modern seperti Interactive Flat Panel(IFP)/Papan Interaktif Digital (PID) yang kini mulai menyasar wilayah Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kita ingin memastikan program pendidikan menyentuh area-area yang selama ini sulit dijangkau,” tuturnya.
“Digitalisasi melalui alat-alat pendidikan modern harus bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa di wilayah 3T,” tambahnya.
Selain digitalisasi tingkat dasar, Wapres Gibran memberikan perhatian besar pada penguatan keterampilan tinggi (high skill) di tingkat pendidikan menengah.
Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk merespons dinamika global sambil mengoptimalkan bonus demografi melalui peningkatan produktivitas generasi muda. (ADR)