Jakarta, AFU.ID — Pemerintah resmi menetapkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hasil karya desainer asal Padang, Sumatera Barat, Fajar Novario. Logo bertajuk "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh" itu dipilih melalui jajak pendapat publik dan dinilai merepresentasikan semangat persatuan dalam keberagaman sebagai fondasi menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Pengumuman logo dilakukan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2026). Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan logo karya Fajar Novario dari Aman Design Biro Padang memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada 24-28 Juni 2026 melalui laman resmi pemerintah.
Sebanyak 68.569 masyarakat mengikuti polling tersebut, dengan 44,73 persen memilih karya Fajar Novario sebagai logo resmi HUT ke-81 RI.
"Bahwa logo atau karya nomor dua, yakni karya Saudara Fajar Novaryo dari Aman Design Biro Padang Sumatera Barat, mendapatkan suara terbanyak. Karya nomor dua, saya ulangi, karya Saudara Fajar Novaryo memperoleh suara 44,73 persen dari total suara," ujar Juri.
Ia pun mengucapkan selamat kepada Fajar Novario atas terpilihnya desain tersebut sebagai identitas visual resmi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurut Juri, kekuatan utama logo tersebut tidak hanya terletak pada tampilannya yang sederhana dan tegas, tetapi juga pada filosofi yang diusung. Desain itu lahir dari eksplorasi berbagai motif dan pola budaya Nusantara yang memiliki benang merah sebagai simbol pemersatu bangsa.
"Dalam keragaman tersebut terdapat kesamaan pola yang menyimpulkan bahwa keragaman menjadi fondasi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur," katanya.
Konsep tersebut selaras dengan tema besar yang diusung perancang, yakni "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh." Dalam penjelasan resminya, Fajar Novario melalui tim Karsa Visual Merdeka menjelaskan bahwa logo berangkat dari prinsip kedaulatan rakyat, yaitu gagasan bahwa rakyat merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia.
Konsep itu merupakan refleksi atas keberagaman budaya, bahasa, adat istiadat, serta latar belakang masyarakat Indonesia yang mampu dipersatukan oleh tujuan bersama sebagai sebuah bangsa.
Melalui eksplorasi bentuk-bentuk visual dari berbagai daerah di Nusantara, ditemukan adanya pola-pola yang memiliki kemiripan meskipun berasal dari budaya yang berbeda. Kesamaan visual itulah yang kemudian diterjemahkan menjadi sistem desain yang melambangkan ikatan antarmasyarakat Indonesia di tengah kemajemukan.
Dengan demikian, logo HUT ke-81 RI tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi simbol bahwa persatuan dibangun bukan dengan menghapus perbedaan, melainkan melalui kesamaan nilai yang tumbuh dari keberagaman itu sendiri.
Juri juga memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mengikuti proses seleksi. Menurutnya, kelima karya terbaik berhasil menerjemahkan tema HUT ke-81 RI melalui pendekatan visual dan filosofi yang kuat.
"Kami ingin mengapresiasi sebelumnya kepada lima desainer yang karyanya sudah diperkenalkan kepada masyarakat luas untuk dipilih, yakni Saudara David Wirawan, Fajar Novario, Kanda Putra Rizkiawan, dan Saudari Tiffany Johan yang telah berhasil menerjemahkan tema peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ke dalam desain visual dan interpretasi filosofi yang sangat baik," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyambut positif tingginya partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan logo. Menurutnya, keterlibatan publik menunjukkan besarnya rasa memiliki masyarakat terhadap peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
"Partisipasi lebih dari 42 ribu masyarakat dalam pemilihan logo HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menunjukkan tingginya antusiasme dan rasa memiliki masyarakat terhadap peringatan hari kemerdekaan bangsa," ujar Prasetyo dalam keterangannya sebelum proses pemungutan suara ditutup.
Ia menilai pemilihan logo bukan sekadar menentukan desain terbaik, melainkan memilih identitas visual yang akan merepresentasikan semangat, optimisme, dan cita-cita Indonesia di masa depan.
Prasetyo juga menegaskan bahwa mekanisme polling publik merupakan bentuk penerapan nilai demokrasi dan gotong royong dalam peringatan kemerdekaan.
"Pemerintah mengapresiasi keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam proses ini. Semangat gotong royong dan partisipasi publik menjadi cerminan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Setiap suara yang diberikan merupakan bagian dari kontribusi bersama untuk memperkuat persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia," katanya. (EER)