Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Prabowo Kenakan Baju Adat Melayu Teluk Belanga di Upacara HUT ke-81 Indonesia, Ini Filosofinya
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka dengan mengenakan pakaian adat Melayu Teluk Belanga berwarna biru tua, lengkap dengan peci hitam dan untaian bunga melati. Pemilihan busana tersebut mencerminkan filosofi masyarakat Melayu yang menekankan sikap rendah hati, santun, dan penghormatan, serta melambangkan kesucian dan kehormatan. Melalui penggunaan Teluk Belanga, Prabowo menampilkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengingatkan akan nilai-nilai luhur yang berlandaskan ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupan.
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka dengan mengenakan pakaian adat Melayu Teluk Belanga berwarna biru tua. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Negara)
JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Prabowo tampil mengenakan pakaian adat Melayu Teluk Belanga berwarna biru tua lengkap dengan peci hitam dan untaian bunga melati. Pilihan baju adat tersebut menjadi salah satu perhatian karena membawa filosofi kuat dalam tradisi masyarakat Melayu.
Prabowo mengenakan atasan bergaya baju kurung cekak musang berwarna biru tua yang dipadukan dengan celana panjang senada. Kain songket cokelat tembaga melingkari bagian pinggang hingga paha, sementara peci hitam melengkapi penampilannya. Untaian bunga melati yang dikalungkan di dada turut menjadi bagian dari busana yang dikenakan Prabowo saat memimpin upacara.
Teluk Belanga tidak hanya dikenal sebagai pakaian adat laki-laki Melayu, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang berkaitan dengan kehidupan masyarakatnya. Desain sederhana dan tidak dipenuhi ornamen mencerminkan sikap rendah hati, terbuka, santun, dan menghormati orang lain. Nilai tersebut juga berkaitan dengan karakter masyarakat Melayu yang menjunjung ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Filosofi Teluk Belanga juga terlihat dari berbagai unsur yang menyertainya. Bunga melati melambangkan kesucian dan keluhuran, sedangkan peci menjadi simbol martabat dan kehormatan laki-laki Melayu. Warna busana dan jumlah kancing juga memiliki makna tersendiri, termasuk keterkaitannya dengan nilai keagamaan dan kedudukan seseorang dalam masyarakat.
Kain samping yang menjadi bagian dari kelengkapan Teluk Belanga turut memiliki makna sosial berdasarkan cara pemakaiannya. Kain yang dikenakan hingga di bawah lutut dapat menunjukkan seseorang telah menikah, sedangkan posisi di atas lutut menandakan status lajang. Sementara kain yang berada tepat di lutut biasanya dikaitkan dengan sosok yang dituakan atau dianggap memiliki kebijaksanaan dalam masyarakat.
Penggunaan Teluk Belanga oleh Prabowo dalam upacara kenegaraan HUT ke-81 RI sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia dalam momentum peringatan kemerdekaan. Pakaian tersebut membawa pesan tentang kesederhanaan, kerendahan hati, penghormatan terhadap sesama, dan nilai-nilai Melayu yang berlandaskan ajaran Islam. Teluk Belanga tetap digunakan dalam berbagai acara penting, mulai dari upacara adat, pernikahan, kegiatan keagamaan, festival budaya hingga acara formal. (RAI)