JAKARTA, AFU.ID - Sebanyak 16 pendaki terpaksa dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan akibat diserang gejala hipotermia, cedera fisik, dan kelelahan berat saat mengikuti rangkaian upacara bendera Merah Putih dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (17/8/2026). Penurunan suhu tubuh secara drastis serta cuaca dingin ekstrem menjadi penyebab utama menurunnya kondisi fisik para pendaki di sepanjang perlintasan menuju puncak.
Proses evakuasi dan pertolongan medis darurat terus berlanjut hingga Senin petang. Sejak pagi hari, tim pertolongan telah membawa delapan pendaki pertama ke Posko Registrasi di Bulu Balea dalam kondisi selamat, sebelum sebagian di antaranya dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas Tinggi Moncong. Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengonfirmasi peningkatan jumlah korban serta dinamika penanganan medis di lapangan:
"Pendaki mengalami gangguan kesehatan atau kendala fisik (trouble) dilaporkan menjadi 16 orang. Sebagian besar korban menderita gejala hipotermia akibat suhu dingin ekstrem, cedera pada kaki, serta kelelahan fisik yang berat," ujar Arif Anwar.
Tinggi intensitas evakuasi ini terjadi di tengah melonjaknya arus pendakian momentum kemerdekaan. Data Pos Siaga Merah Putih mencatat sebanyak 3.786 pendaki terdaftar menyebar di empat jalur perlintasan utama menuju puncak, yaitu Pos Registrasi Bulu Balea sebanyak 2.033 orang, Posko Tassoso 1.081 orang, Posko Kanreapia 422 orang, dan Posko Lembanna sebanyak 250 orang.
Menghadapi kepadatan arus dan medan ekstrem menjelang malam, Operasi Siaga Khusus Basarnas Makassar mengerahkan 295 personel gabungan dari unsur Basarnas, komunitas SAR, relawan, hingga tenaga medis. Para petugas disebar di delapan titik strategis, termasuk area puncak dan Lembah Ramma, guna menjamin respons cepat terhadap setiap kondisi darurat hingga pengawasan resmi ditutup pada 18 Agustus 2026.
Arif Anwar kembali melayangkan imbauan tegas agar para pendaki senantiasa mengutamakan keselamatan jiwa di atas ambisi mencapai puncak. "Kami mengingatkan kepada para pendaki untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri mencapai puncak," tegasnya.
"Pendaki agar selalu memantau kondisi fisik, melengkapi perlengkapan penahan dingin, serta segera beristirahat atau melapor ke titik siaga terdekat jika mulai merasakan gangguan kesehatan," pungkas Arief. (MAR)