JAKARTA, AFU.ID — Siswa Sekolah Rakyat mendapat panggung istimewa dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Kehadiran mereka bukan sekadar sebagai pelajar yang menyaksikan upacara kenegaraan, tetapi ikut menunjukkan kemampuan dan bakat di hadapan Presiden Prabowo Subianto serta para tamu undangan.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah keterlibatan siswa Sekolah Rakyat dalam persembahan lagu “Hari Merdeka” bersama Gita Bahana Nusantara. Lagu ciptaan Husein Mutahar tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan di Istana. Para siswa juga mendapat ruang untuk mengembangkan bakat seni, olahraga, kepemimpinan, hingga keterampilan lain yang dapat membangun kepercayaan diri.
Sekolah Rakyat sendiri dikembangkan sebagai program pendidikan yang terintegrasi. Selain pembelajaran di kelas, para siswa mendapatkan berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat. Di sejumlah Sekolah Rakyat, kegiatan ekstrakurikuler mencakup olahraga, tari, Paskibra, membatik, paduan suara, klub bahasa, hingga kesenian tradisional.
Kemampuan siswa Sekolah Rakyat dalam berbagai bidang juga telah terlihat dalam sejumlah kegiatan sepanjang 2026. Di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, misalnya, siswa mengikuti berbagai kompetisi olahraga dan akademik. Salah seorang siswi bahkan berhasil meraih juara pertama dalam dua nomor panjat tebing pada ajang O2SN tingkat Kabupaten Jombang. Siswa lainnya juga meraih prestasi dalam kompetisi kecerdasan buatan tingkat kabupaten.
Sementara di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Bali, 16 siswa menampilkan tari Kecak ketika Presiden Prabowo berkunjung pada Juni 2026. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk unjuk bakat siswa sekaligus menunjukkan bagaimana kesenian daerah menjadi bagian dari aktivitas pendidikan mereka.
Potensi seni siswa juga terlihat dari sosok Desvita Maharani, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi. Saat dikunjungi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Juli lalu, Desvita tampil membawakan lagu berbahasa Osing. Penampilannya membuat Khofifah mengundangnya untuk tampil dalam peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Kehadiran siswa Sekolah Rakyat di Istana juga melanjutkan keterlibatan mereka dalam perayaan kemerdekaan pada tahun sebelumnya. Pada HUT ke-80 RI 2025, sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah tampil bersama Gita Bahana Nusantara membawakan “Hari Merdeka” di Istana Merdeka. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Bandung, Makassar, Kupang, Jayapura hingga Jabodetabek.
Pada kesempatan tersebut, beberapa siswa juga mendapat perhatian khusus. Ada siswa yang bercita-cita menjadi anggota Paskibraka, siswa yang mendapatkan jersey Timnas Indonesia, hingga siswi yang menulis surat kepada Presiden Prabowo sebagai ungkapan terima kasih karena dapat bersekolah melalui program Sekolah Rakyat.
Kehadiran mereka di panggung Istana menjadi semakin menarik karena Sekolah Rakyat merupakan salah satu program yang mendapat perhatian besar dari pemerintahan Presiden Prabowo. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Konsep tersebut tidak berhenti pada penyediaan ruang kelas. Para siswa juga tinggal dan belajar dalam lingkungan yang dirancang untuk membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama. Pemerintah juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan hingga fasilitas olahraga.
Di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Lampung, misalnya, kegiatan pengembangan karakter dan bakat siswa menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan. Para siswa menampilkan tari tradisional Lampung dan baris-berbaris dalam acara Gebyar Kemerdekaan yang digelar pada Agustus 2026.
Program tersebut juga menyasar anak-anak dari keluarga yang berada dalam kelompok ekonomi paling bawah. Di Jawa Timur, misalnya, pemerintah daerah menyebut ribuan siswa dari kelompok desil 1 dan 2 telah diterima di Sekolah Rakyat. Di Banyuwangi, Sekolah Rakyat Terintegrasi bahkan menampung ratusan siswa dengan fasilitas pendidikan dan olahraga yang cukup lengkap.
Karena itu, tampilnya siswa Sekolah Rakyat dalam perayaan HUT RI di Istana memiliki makna lebih luas dari sekadar pertunjukan. Panggung kenegaraan tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil dari proses pendidikan yang tengah dibangun pemerintah, sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat dan tampil di ruang publik.
Perayaan HUT ke-81 RI sendiri mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pemerintah sebelumnya menyatakan tema tersebut menjadi landasan pesan peringatan kemerdekaan tahun ini. Dalam konteks itu, kehadiran siswa Sekolah Rakyat di Istana membawa pesan tersendiri: kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni kenegaraan, tetapi juga melalui kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk belajar, berprestasi, dan menunjukkan kemampuan mereka di hadapan bangsa. (EER)