Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID – Indonesia selangkah lagi menerima kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan sekitar 40 tahun lalu melalui hibah dari pemerintah Italia. Komisi I DPR menyetujui hibah kapal yang diperkirakan bernilai 54 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun tersebut. Persetujuan itu selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR. Ketua Komisi I DPR Utut Adianto mengatakan Parlemen Italia telah menyetujui pemberian kapal tersebut pada 8 Mei 2026.
Seluruh fraksi di Komisi I juga memberikan persetujuan dengan catatan mengenai pembiayaan setelah kapal diterima Indonesia. “Jangan sampai kita sudah punya ini, tetapi tidak jalan,” kata Utut kepada wartawan. Utut belum memerinci kebutuhan anggaran untuk mengoperasikan kapal tersebut. Ia juga belum menjelaskan sumber pembiayaan yang akan digunakan pemerintah.
Komisi I meminta pemerintah memastikan masalah anggaran tidak membuat kapal berhenti beroperasi setelah tiba di Indonesia. Selain pembiayaan, Komisi I meminta pemerintah merancang peran khusus Giuseppe Garibaldi dalam sistem pertahanan Indonesia. Utut mengatakan kapal tersebut tidak akan menjalankan fungsi yang sama dengan kapal induk negara lain.
“Memang harus didesain peran khusus kapal induk ini nanti,” ujarnya. Usia kapal turut menjadi pembahasan dalam rapat Komisi I. Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Indonesia menerima kapal yang diproduksi sekitar empat dekade lalu. “Kalau kapalnya baru berumur satu atau dua tahun, siapa yang mau memberikan?” kata Utut. Utut mendorong pelaut dan ahli perkapalan Indonesia memanfaatkan Giuseppe Garibaldi untuk mempelajari teknologi kapal induk secara langsung.
Menurut dia, para tenaga ahli dapat melihat sistem kapal sekaligus mengenali keterbatasan teknologi yang dikembangkan 40 tahun lalu. “Ilmunya langsung kita dapat. Sebelumnya kita hanya mendapat cerita, sekarang kita naiki dan melihat kekurangannya,” tuturnya. Ia menegaskan pandangan mengenai pemanfaatan kapal sebagai sarana pembelajaran itu merupakan pendapat pribadi, bukan sikap resmi Komisi I.
Utut berharap pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan untuk mendorong pengembangan teknologi perkapalan nasional. Ia juga menyebut teknologi berbasis nuklir sebagai salah satu tantangan pengembangan kapal pada masa mendatang. Utut mengatakan Giuseppe Garibaldi kemungkinan akan ditempatkan di Lampung sekitar pertengahan September. Namun, ia belum memastikan jadwal penempatan maupun kedatangan kapal tersebut. Pemerintah juga belum menentukan nama baru Giuseppe Garibaldi setelah kapal itu diserahkan kepada Indonesia. (FAD)