JAKARTA - AFU.ID, Indonesia segera menerima hibah kapal perang induk Giuseppe Garibaldi Aircraft Carrier (C551) dari Italia yang dibangun pada 11 June 1983. Meski sudah berumur, kapal itu dipastikan beroperasi dengan baik.
Kementerian Pertahanan mengkonfirmasi berita tersebut, sebagai bagian dari kesepakatan antar negara. Detail teknis dan tindak lanjut dari hibah tersebut masih dalam proses pembahasan.
“Dapat kami sampaikan bahwa benar Indonesia akan menerima hibah kapal tersebut,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengutip Bloomberg Technoz, Selasa (05/05/2026).
Usia kapan yang sudah menginjak tahun ke-43 tahun itu menjadi isu yang hangat diperbincangkan. Khususnya pada urusan perawatan, penyesuaian dengan kebutuhan TNI angkatan laut, serta perbaikan.
Untuk itu, Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mewanti-wanti agar pemerintah mengkaji lebih dalam terkait rencana menerima kapal induk bekas angkatan laut Italia itu.
Menurutnya, beban biaya besar operasional bakal jadi kendala utama. Dalam pengadaan militer ada pepatah yang relevan: tidak ada yang lebih mahal daripada kapal gratis.
“Karena itu, keputusan ini harus dikaji secara menyeluruh, tidak hanya dilihat dari nilai hibahnya,” kata Hasanuddin, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Biaya perawatan kapal ini sebesar 5 juta euro per tahun, atau setara Rp101 miliar, sesuai data laporan pertahanan internasional The National interest.
“Angka ini tentu akan menjadi beban baru bagi anggaran pertahanan Indonesia, di luar kebutuhan biaya operasional lainnya,” ujar politisi PDIP ini.
Usia Kapal Tidak Muda Lagi
Hasanuddin menyebut, usia masa pakai kapal perang ini sekitar 30 atau 40 tahun sejak pertama kali diluncurkan. Sementara kapal yang mau diterima Indonesia ini sudah berusia lebih 40 tahun.
Menurutnya, kapal induk Giuseppe Garibaldi (C551) sudah berada di ujung masa operasionalnya. Kalaupun dilakukan perbaikan, kemungkinan hanya dapat digunakan sekitar 10 tahun dengan biaya modernisasi yang tidak kecil.
Biaya itu, mencakup pembaruan radar, sistem komunikasi, persenjataan, pengadaan suku cadang, serta biaya untuk pelatihan kru.
“Hal ini berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran pertahanan dalam jangka menengah,” purnawirawan jenderal TNI ini menegaskan.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi bakal menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia. Ia mampu menampung pesawat tempur jenis STOVL AV-8B Harrier II, yang tidak sejalan dengan armada pesawat tempur Indonesia saat ini seperti F-16, Sukhoi, maupun Rafale.
Karena itu Hasanuddin meminta pemerintah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan.
"Jangan sampai terlihat menguntungkan di awal, tetapi justru menjadi beban di kemudian hari,” ia tandasnya. (EER)