Menu Akan Dievaluasi
Perubahan berat badan menjadi salah satu indikator yang akan diperiksa. Apabila berat badan anak tidak bertambah, Kementerian Kesehatan akan mengevaluasi kandungan makanan yang diberikan. Budi mencontohkan menu yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dapat disesuaikan dengan menambah protein hewani. Hasil pemantauan akan digunakan untuk menentukan perubahan yang dibutuhkan dalam menu MBG.
Menurut dia, perbaikan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan menu yang sama untuk seluruh penerima. Kondisi gizi setiap anak perlu diketahui agar makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya. Selain melalui posyandu, pemantauan akan dilakukan di unit kesehatan sekolah. Pemerintah akan memanfaatkan hasil program Cek Kesehatan Gratis bagi siswa untuk mengetahui perubahan berat badan dan kondisi kesehatan penerima MBG.
Pemeriksaan kesehatan siswa saat ini dilakukan sekali dalam setahun. Kementerian Kesehatan sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar pemeriksaan dapat dilakukan dua kali setahun. “Saya sedang melobi beliau, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, apakah pemeriksaan bisa dilakukan dua kali setahun. Jadi, ada waktu yang cukup untuk memberikan umpan balik kepada BGN,” kata Budi.
Penambahan frekuensi pemeriksaan diperlukan agar perubahan kondisi kesehatan siswa dapat diketahui dalam waktu lebih singkat. Data tersebut selanjutnya disampaikan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi. Hasil riset, penimbangan posyandu, dan pemeriksaan kesehatan sekolah akan digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG. (FAD)






























