AFU.id

Kabinet Bayangan Lahir karena Pengawasan Lemah, Golkar Minta Kritik Tetap Lewat DPR

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Pembentukan kabinet bayangan di Indonesia dipicu oleh melemahnya fungsi pengawasan DPR setelah mayoritas partai politik bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto, menurut Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Muhammad Sarmuji. Ia mengajak masyarakat sipil untuk menyampaikan kritik melalui DPR, yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti masukan tersebut, meskipun mempertanyakan efektivitas kabinet bayangan yang tidak memiliki kekuasaan resmi. Kabinet bayangan ini, yang terdiri dari 15 anggota tanpa afiliasi partai, bertujuan untuk mengawasi kebijakan pemerintah dan menawarkan alternatif berbasis data, serta berencana menggalang dana publik untuk mendukung kegiatan mereka.

Kabinet Bayangan Lahir karena Pengawasan Lemah, Golkar Minta Kritik Tetap Lewat DPR
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (ANTARA/Melalusa Susthira K.)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi