JAKARTA, AFU.ID — Banjir rob merendam 73 rumah warga di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Meski genangan mulai surut, warga pesisir diminta tetap waspada karena air laut berpotensi kembali naik.
Rumah terdampak tersebar di lima rukun tetangga. RT 05 menjadi wilayah dengan dampak terbesar dengan 36 rumah terendam, disusul RT 03 sebanyak 17 rumah dan RT 02 sebanyak sembilan rumah.
Genangan mulai surut sejak Sabtu (21/6/2026) malam hingga Minggu (22/6/2026) pagi. Hingga kini, belum ada warga yang mengungsi dari kawasan terdampak.
Balai Desa Tunggulsari dan polindes telah disiapkan sebagai tempat pengungsian sementara. Lokasi tersebut diprioritaskan bagi warga rentan, terutama lanjut usia, jika genangan kembali meninggi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati Martinus Budi Prasetyo mengatakan pemerintah desa bersama BPBD telah menyalurkan bantuan pangan kepada warga terdampak. Bantuan diprioritaskan untuk warga RT 05 yang mengalami genangan paling parah.
Pemerintah juga mengalokasikan dana darurat sebesar Rp60 juta untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Tengah mengirimkan material geotekstil guna menangani tambak yang rusak akibat terjangan rob.
“Tempat pengungsian yang disediakan yakni di Balai Desa Tunggulsari dan polindes sebagai lokasi pengungsian sementara, terutama bagi kelompok rentan,” kata Martinus di Pati, Selasa (23/6/2026).
Banjir rob kembali menjadi ancaman bagi warga pesisir Tunggulsari. Perbaikan tanggul dan tambak yang rusak dinilai penting agar warga tidak terus menghadapi risiko genangan setiap kali air laut pasang. (RHU)