Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Jumat Siang, Aliansi UNJ Melawan Suarakan 15 Tuntutan dalam ‘Rawamangun Menggugat’
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Aliansi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Melawan bersiap turun ke jalan, Jumat (12/6/2026) siang.Mereka akan menyuarakan 15 tuntutan dalam unjuk rasa yang bertajuk ‘Rawamangun Menggugat’.
JAKARTA, AFU.ID — Aliansi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Melawan bersiap turun ke jalan, Jumat (12/6/2026) siang. Mereka akan menyuarakan 15 tuntutan dalam unjuk rasa yang bertajuk ‘Rawamangun Menggugat’.
Para mahasiswa dari perguruan tinggi berjuluk ‘Kampus Pergerakan’ tersebut gerah terhadap kondisi bangsa Indonesia yang semakin mencekik rakyat. Penyebabnya adalah krisis ekonomi berkepanjangan, komersialisasi pendidikan yang semakin ugal-ugalan, hingga abrasi ruang aman bagi setiap masyarakat sipil.
“Rawamangun sebagai rahim pergerakan intelektual, memanggil seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk merapatkan barisan. Kami menolak tunduk pada kebijakan yang menindas, baik di tingkat nasional maupun dalam lingkaran kampus,” demikian pernyataan Aliansi UNJ Melawan, Kamis (11/6/2026).
Dimas Galih selaku Kepala Departemen Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (Kadep Sospol BEM FISH) UNJ menyatakan, aksi rencananya mulai pukul 13.00 WIB. Yang mana, mereka akan melakukan long march di sekitar kampusnya yang bermula dari Jalan Rawamangun Muka.
“Jadi, kita akan lawan arah sampai nanti ke titik berhenti di UNJ pintu Pemuda,” ungkapnya dikutip AFU.ID dari Tempo. Ia pun menyampaikan, dosen sosiologi Ubedilah Badrun dan sejumlah sivitas akademik akan ikut serta dalam unjuk rasa nanti.
Anggota Aliansi UNJ Melawan, Andreas, menjelaskan ‘Rawamangun Menggugat’ merupakan buah konsolidasi bersama seluruh organisasi mahasiswa, Rabu (10/6/2026). Ia menyebut, anggota-anggotanya terdiri dari lembaga mahasiswa internal maupun eksternal kampus.
Andreas juga mengutarakan, konsolidasi tersebut memang turut membahas wacana aksi Reformasi Jilid II yang digaungkan oleh BEM Seluruh Indonesia (SI). Namun, Ia menegaskan seluruh anggota Aliansi UNJ Melawan belum memutuskan ikut atau tidaknya dalam seruan itu.
“Kami ingin fokus di UNJ untuk menaikkan atensi dan memperbesar gerakan. Baru kemudian, kami kemungkinan masuk ke dalam gerakan yang lebih luas secara nasional,” tuturnya.
Ia mengaku, Aliansi UNJ Melawan telah memprediksi situasi Indonesia akan semakin parah ke depannya. Oleh karenanya, aksi ‘Rawamangun Menggugat’ menjadi permulaan untuk menaikkan eskalasi menjadi gerakan nasional.
“Kami mematangkan dulu gerakan mahasiswa UNJ sendiri, karena melihat dalam beberapa bulan terakhir terjadi kelesuan,” ujarnya.
15 Tuntutan Aliansi UNJ Melawan dalam ‘Rawamangun Menggugat’
Aliansi UNJ melawan membawa 15 tuntutan dalam aksi ‘Rawamangun Menggugat’, Jumat (12/6/2026) siang besok. Tuntutan-tuntutan itu terdiri dari 10 poin untuk Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan sisanya untuk birokrasi kampus.
- Tuntutan untuk Pemerintah RI:
Stabilkan dan kuatkan kembali nilai rupiah;
Turunkan harga bahan bakar dan bahan pokok;
Wujudkan kesejahteraan guru;
Murnikan 20% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan;
Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP);
Kembalikan Tentara Nasional Indonesia-Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI-Polri) ke barak;
Stop kriminalisasi orang muda dan bebaskan seluruh tahanan politik;
Hentikan sistem Perguruan Tinggi Negeri-Badan Hukum (PTN-BH) serta wujudkan perguruan tinggi gratis dan demokratis;
Wujudkan lingkungan pendidikan menjadi ruang aman dari kekerasan seksual;
Hentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merugikan lingkungan.
- Tuntutan untuk Birokrasi UNJ:
Percepat penyelesaian pembangunan Gedung Saudi Fund for Development (SFD);
Tiadakan penambahan beban biaya pembelajaran di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT);
Wujudkan UKT sesuai dengan keadaan ekonomi mahasiswa;
Mahasiswa bisa isi Iuran Pengembangan Institusi (IPI) 0;
Wujudkan ruang aman kampus dari kekerasan seksual. (ADR)