Jakarta, AFU.ID - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI membeberkan lima tuntutan yang dibawa saat menggelar demo di Bundaran HI pada Jumat, 12 Juni 2026. Aksi itu bertajuk “"Aksi Menuju Indonesia Bangkrut".
BEM UI mengumumkan akan menggelar demo besar-besaran lewat unggahan akun Instagram @bemui_official. Unggahan itu mengajak semua UI khususnya untuk berkumpul di Bundaran HI Jumat pukul 13.00 WIB.
“AYO TURUN! JUMAT, 12 JUNI 2026. Halo, UI dan Indonesia! Sudah hampir 2 tahun memporak-porandakan negara. Rupiah naik diremehkan, HAM tidak dihiraukan, program tidak jelas dilanjutkan. MARI, KITA TURUN DAN GUNAKAN HAK KITA SEBAGAI RAKYAT!,” bunyi unggahan tersebut.
Salah satu alasan demo ini digelar adalah tingginya harga bahan pokok sehingga membuat masyarakat tercekik kebutuhan sehari-hari di tengah lesunya ekonomi. Mereka menilai masalah ekonomi itu terkait dengan pemerintah yang keliru membuat kebijakan.
Jadwal Demo BEM UI Jumat 12 Juni 2016
Hari/Tanggal: Jumat, 12 Juni 2026
Pukul: 10.00 WIB-sampai selesai
Titik Kumpul UI: Lapangan FISIP UI
Titik Kumpul FEB UI: Depan Koperasi Gedung A FEB UI
Titik Lokasi Demo: Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat
Dresscode: pakaian hitam dengan jaket kuning almamater
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan sikap yang sebelumnya disampaikan oleh berbagai BEM fakultas UI mengenai kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan arah pemerintahan saat ini.
Dalam proses konsolidasi internal, para mahasiswa menyepakati lima tuntutan utama yang akan menjadi fokus demonstrasi. Berikut daftar lima tuntutan dalam demo BEM UI Jumat 12 Juni 2026:
1. Hentikan pemborosan APBN
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit pada 5 bulan pertama. Mereka menyebut negara tidak bisa mengelola keuangan negara dengan efisien.
Sementara itu, daftar belanja APBN dinilai kurang berpihak kepada rakyat. Bahkan program unggulan pemerintah juga tidak segera memberi dampak positik.
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM)
Baru saja terjadi kenaikan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Kenaikan sebesar 32 persen ini mendorong kenaikan harga komoditas lainnya.
Ketika harga-harga tersebut meningkat, daya beli masyarakat menurun dan tekanan ekonomi semakin besar, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.
3. Hentikan Program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
MBG adalah program paling sering mendapat sorotan di tengah masyarakat ini dianggap salah sasaran, karena lebih mementingkan perut ketimbang pendidikan itu sendiri. Di sisi lain, program ini tidak memberi dampak ekonomi di kalangan bawah.
Setelah kepala dan dua wakil BGN ditangkap Kejagung karena kasus korupsi, program ini semakin mendapat sorotan dari publik. Untuk itu, program ini harus dihentikan.
Demikian pula dengan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang memotong anggaran dana desa ditambah dalam prakteknya, banyak pembangunannya yang tidak berada di lokasi yang strategis.
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
Isu keterlibatan militer di ranah sipil semakin meluas. Sekarang militer telah masuk ke berbagai bidang seperti birokrasi, pemerintahan, pendidikan, atau sektor-sektor nonpertahanan lainnya. Militer diminta fokus pada sektor pertahanan saja.
5. Meminta Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak
Dari semua tuntutan itu, muaranya ada di Presiden Prabowo. Dia disebut bertanggung jawab atas kesalahan program, kebijakan dan keputusan yang telah dibuat. BEM UI meminta Prabowo mengakui bahwa dirinya bersalah dan bertanggung jawab atas kondisi Indonesia saat ini. (EER)