Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Aktivitas gempa bumi di Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih terus berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 15 gempa susulan berkekuatan magnitudo 3,8 hingga 4,9 terjadi sejak Senin malam hingga Selasa (9/6/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi BMKG, rentetan gempa susulan tersebut terjadi setelah wilayah Kepulauan Sangihe diguncang gempa yang lebih besar sebelumnya. Seluruh gempa tercatat berpusat di sekitar wilayah Tahuna dengan kedalaman relatif dangkal.Gempa susulan terbaru memiliki magnitudo 4,1 dan terjadi pada titik koordinat 5,45 Lintang Utara serta 125,40 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG memastikan seluruh gempa susulan tidak berpotensi memicu tsunami. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait. Lembaga tersebut juga menjelaskan data gempa yang dirilis mengutamakan kecepatan penyampaian informasi. Karena itu, parameter gempa masih dapat berubah seiring masuknya data tambahan dan proses pemutakhiran analisis.
Sebelumnya, wilayah Kepulauan Sangihe diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,3 pada Senin (8/6) malam sekitar pukul 21.53 WIB atau 22.53 WITA. Gempa tersebut turut dirasakan di sejumlah wilayah sekitar, namun dipastikan tidak menimbulkan ancaman tsunami. Menurut BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 5,65 Lintang Utara dan 124,80 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi episentrum tercatat berada sekitar 239 kilometer dari Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Hingga kini BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut dan meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. (ANT/RAI)