JAKARTA, AFU.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 2.533 rumah rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Hingga Selasa (23/6/2026) malam, gempa utama yang terjadi pada 16 Juni telah diikuti 1.349 kali gempa susulan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan 49 gempa susulan dirasakan masyarakat. Gempa terbesar tercatat bermagnitudo 5,3 dan terjadi satu kali.
“Dari total 1.349 gempa susulan yang terjadi, terdapat 49 gempa yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Abdul dalam keterangannya, Kamis.
BNPB mencatat 1.979 rumah mengalami rusak ringan, 277 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat. Gempa juga merusak 110 rumah ibadah, terdiri atas 29 masjid dan 81 gereja.
Selain permukiman, kerusakan terjadi pada 19 gedung perkantoran, termasuk Kantor Bupati dan Bapperinda, 35 sekolah, 10 puskesmas, dua rumah adat, dua jaringan air bersih, serta enam fasilitas umum lain. Sejumlah bangunan masih menunggu verifikasi teknis untuk memastikan kondisi strukturnya.
Gempa berdampak terhadap 3.600 kepala keluarga atau 9.609 jiwa di Kabupaten Sigi. BNPB menyatakan seluruh korban luka telah memperoleh penanganan medis dan kini telah pulih. Meski jumlah gempa susulan masih tinggi, BMKG mencatat aktivitas kegempaan di lapangan mulai menunjukkan tren penurunan.
Pemerintah Kabupaten Sigi menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, sejak 16 hingga 30 Juni 2026. BNPB bersama pemerintah daerah menyiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Sebanyak 50 unit hunian sementara mulai dibangun secara terpusat di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, untuk ditempati penyintas yang rumahnya terdampak gempa. (RHU)