JAKARTA, AFU.ID — Jumlah korban tewas akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi 4.561 orang. Tiga pekan setelah bencana, lebih dari 20 ribu warga masih bertahan di kamp-kamp pengungsian sementara. Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka. Tim penyelamat juga tercatat telah mengevakuasi 6.462 orang dari kawasan terdampak.
Data terbaru pemerintah menunjukkan sebanyak 20.231 warga kini tinggal di 107 kamp sementara yang tersebar di berbagai wilayah Venezuela. Mereka kehilangan tempat tinggal atau belum dapat kembali karena kondisi bangunan dinilai tidak aman. Pemerintah Venezuela menyatakan bantuan telah disalurkan kepada 128.324 keluarga terdampak. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta tempat tinggal sementara.
Kerusakan juga terjadi pada sedikitnya 856 bangunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 bangunan dilaporkan runtuh seluruhnya, sedangkan bangunan lain mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda. Lebih dari 63 ribu personel dikerahkan dalam penanganan bencana. Mereka terdiri atas 30.989 petugas layanan darurat, 30.692 relawan, dan 2.471 anggota tim penyelamat dari sejumlah negara.
Venezuela diguncang dua gempa kuat pada malam 24 Juni 2026 waktu setempat. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2, disusul gempa magnitudo 7,5 hanya dalam selang 39 detik. Gempa tersebut menjadi rangkaian gempa terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad. Guncangan merusak kawasan padat penduduk di wilayah utara Venezuela, termasuk daerah pesisir dan kawasan sekitar Caracas.
Jumlah korban terus bertambah seiring proses pencarian dan identifikasi jenazah. Pemerintah masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta menyiapkan pembangunan tempat tinggal baru bagi para penyintas. Selain kebutuhan hunian, kondisi kesehatan dan sanitasi di kamp pengungsian menjadi tantangan berikutnya. Puluhan ribu warga harus berbagi fasilitas dasar di tengah kerusakan jaringan air dan infrastruktur layanan publik. (RHU)