JAKARTA, AFU.ID — Israel memperluas serangan ke Lebanon selatan setelah menuding Hizbullah berulang kali melanggar gencatan senjata.
Serangan terbaru menyasar wilayah Tyre dan kawasan di sebelah timur kota itu, Kamis, (28/5/2026).
Video di media sosial menunjukkan warga berkumpul di sekitar bangunan yang runtuh.
Sejumlah warga tampak panik setelah serangan menghantam salah satu kota terbesar di Lebanon tersebut.
Sebelumnya, militer Israel meminta warga bergerak ke utara Sungai Zahrani.
Perintah evakuasi itu mencakup sekitar 14 persen wilayah Lebanon.
Evakuasi tersebut menjadi yang terbesar sejak gencatan senjata berlaku pada 17 April.
Israel menyebut serangan dilakukan terhadap infrastruktur Hizbullah.
Hizbullah membalas dengan menyebut Israel lebih dulu melanggar gencatan senjata.
Kelompok itu juga mengklaim terjadi bentrokan dengan pasukan Israel pada Rabu.
Situasi di Lebanon selatan semakin memburuk.
Organisasi Palang Merah Internasional memperingatkan kondisi warga sipil mendekati titik berbahaya.
Kota Sidon juga disebut mulai kesulitan menampung pengungsi baru dari wilayah selatan.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 3.200 orang tewas sejak perang meluas ke Lebanon.
Israel menyebut 23 tentaranya dan empat warga sipil tewas dalam periode yang sama.
Serangan terbaru ini membuat gencatan senjata Lebanon-Israel semakin rapuh.
Warga sipil menjadi pihak yang paling terdampak akibat perluasan operasi militer tersebut.
Sumber: BBC
(EER)