JAKARTA, AFU.ID — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) malam. Guncangan tersebut membuat warga panik dan menyebabkan satu orang meninggal dunia saat proses evakuasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang berpusat di laut itu tidak berpotensi tsunami.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol M. Khacfy Mardjun mengatakan korban meninggal merupakan pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokoyurli Buol yang sedang dievakuasi menuju kawasan Perkantoran Bupati Buol. Proses evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. "Satu warga dilaporkan meninggal," kata Khacfy.
Gempa juga membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Puluhan warga memilih mengungsi ke sejumlah lokasi yang dianggap lebih aman, seperti kawasan Puncak Kantor Bupati Buol, Gunung Kali, Kelurahan Kulango, serta sejumlah titik di 11 kecamatan. BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) mulai mendirikan tenda pengungsian untuk menampung warga yang belum berani kembali ke rumah. "Kami saat ini sedang melakukan pembangunan tenda untuk warga yang mengungsi," ujar Khacfy.
Selain melakukan evakuasi, BPBD terus mendata dampak gempa, termasuk jumlah warga terdampak, kondisi bangunan, dan kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian. Data sementara menunjukkan sejumlah fasilitas umum dan rumah warga mengalami kerusakan, di antaranya Mal Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan RSUD Kabupaten Buol, Kantor Inspektorat, Rumah Makan Daeng Sugi Leok 2, serta beberapa rumah di Lingkungan Bundo dan kawasan Leok 2. BPBD juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa tenda pengungsian, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, pakaian bagi lanjut usia, genset, terpal, hingga bantuan perbaikan rumah warga.
Hingga kini, situasi di Kabupaten Buol dilaporkan mulai berangsur kondusif dan sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing. BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 20.46 WIB dengan episenter sekitar 37 kilometer di timur laut Buol. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dipastikan aman. (RAI)