JAKARTA, AFU.ID — Penyidikan kasus korupsi pengadaan batu bara yang menyeret proyek di PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel terus bergulir. Di tengah rangkaian penggeledahan yang dilakukan penyidik Polri di sejumlah lokasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap mendukung kebutuhan penyidikan.
Usai menghadiri peluncuran Program Mandatori B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026), Bahlil mengatakan Kementerian ESDM akan bersikap kooperatif apabila penyidik membutuhkan data yang berkaitan dengan perkara tersebut. "Kami menghargai proses hukum. Kalau ESDM dimintai data, tentu akan kami berikan. Yang terpenting, kita hormati semua proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.
Sebelumnya, tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggeledah sedikitnya 13 lokasi dalam pengembangan penyidikan perkara tersebut. Sejumlah lokasi yang digeledah antara lain kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, dan sebuah rumah mewah di Sentul City, Bogor. Dari lokasi terakhir, penyidik menyita tujuh koper berisi 74 kilogram emas batangan, uang tunai sebesar 4.767.300 dolar AS, 14.083.800 dolar Singapura, Rp100 juta, serta sejumlah dokumen dan telepon genggam. Total nilai barang bukti yang diamankan diperkirakan mencapai Rp476 miliar.
Mengutip Suara.com, rumah mewah yang digeledah itu diduga milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Namun, hingga kini Polri belum memberikan konfirmasi mengenai identitas pemilik rumah dan keterkaitannya dengan pihak tertentu karena proses penyidikan masih berlangsung. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti dalam penyidikan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Penanganan perkara dilakukan melalui skema joint investigation antara Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyidikan perkara ini menjadi salah satu atensi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, seluruh rangkaian penggeledahan merupakan bagian dari upaya penyidik mengungkap dugaan praktik korupsi dalam pengadaan batu bara. (RAI)