Pandangan Kritis Terhadap Masa Depan Ruang Siber
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi RI), Meutya Viada Hafid, memberikan ulasan penting mengenai buku ‘Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma, dan Suara Gen Z’. Ia menilai, karya literatur itu memberikan sumbangsih besar terhadap peningkatan literasi siber masyarakat luas di Indonesia.
Kementerian Komdigi RI bahkan menyambut baik kehadiran naskah komprehensif tulisan Andi Ilham Paulangi untuk memperkuat edukasi literasi digital secara nasional. Mereka memandang, pemahaman kritis merupakan benteng utama pertahanan warga dalam menghadapi gempuran kampanye hitam (black campaign) media sosial.
Meutya Hafid mendukung penuh penyebaran ide-ide segar penulis demi terciptanya iklim demokrasi siber yang sehat serta bertanggung jawab. “Algoritma yang mengatur distribusi informasi dapat mempengaruhi bagaimana suatu isu berkembang, siapa yang memperoleh perhatian publik,” ujarnya.
Sementara itu, Nagara Institute melalui Adinda Nanda Saraswati turut memaparkan catatan evaluasi yang tak kalah tajam. Mereka melihat ancaman pendangkalan substansi politik akibat dominasi konten kosmetik yang terproduksi secara masif oleh tim sukses.
Adinda Nanda Saraswati mengingatkan publik agar tak mudah terjebak dalam euforia dukungan politik semu di internet. Pasalnya, fenomena itu berisiko menghilangkan konsistensi perjuangan ideologis partai dan menggantinya dengan pencitraan visual yang menipu mata pembaca.
Ia mengkritik keras degradasi moral para elite politik yang mengabaikan nilai perjuangan demi sekadar mengejar popularitas linimasa. “Ketika para elite politik meninggalkan konsistensi ideologis demi mengejar relevansi sesaat, mereka tidak hanya kehilangan kredibilitas,” paparnya.
Adinda Nanda Saraswati menyatakan, penurunan kualitas diskursus publik tersebut berpotensi merusak masa depan demokrasi dan tatanan sosial politik siber Indonesia. “Mereka juga menyeret masyarakat ke dalam ruang politik yang semakin dangkal, penuh simbol, tetapi miskin substansi,” ucapnya.
Kombinasi analisis akademis dan data valid membuat buku bersandi resmi ISBN 987-967-8519-93-8 ini sangat layak dikoleksi pembaca. Publik bisa segera membeli karya Andi Ilham Paulangi untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan demokrasi siber masa depan Indonesia. (ADR)































