JAKARTA, AFU.ID — Perjalanan speedboat Mister Un yang membawa 11 wisatawan asing dan dua awak kapal melintasi Teluk Tomini berubah menjadi operasi pencarian besar setelah kapal tak kunjung tiba di tujuan. Speedboat tersebut berangkat dari kawasan Sanctum Una Una Dive Resort, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menuju Pelabuhan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Kapal diperkirakan tiba sekitar pukul 11.00 WITA, tetapi hingga kini keberadaan kapal dan 13 orang di dalamnya belum ditemukan. Tim gabungan masih menyisir luasnya perairan Teluk Tomini untuk mencari petunjuk keberadaan mereka.
Kronologi bermula ketika Mister Un meninggalkan Pulau Una-Una sekitar pukul 07.00–07.30 WITA. Dalam kondisi normal, pelayaran menuju Marisa diperkirakan berlangsung sekitar empat jam. Namun, hingga pukul 15.00 WITA, kapal tidak terlihat memasuki pelabuhan dan pihak yang dijadwalkan menjemput rombongan mulai mencurigai adanya masalah. Upaya menghubungi nakhoda dan awak kapal juga tidak mendapat respons.
Pihak penjemput kemudian melaporkan hilangnya komunikasi tersebut kepada petugas di Gorontalo. Aparat selanjutnya berkoordinasi untuk menyisir jalur yang diperkirakan dilalui speedboat dari Una-Una menuju Marisa. “Kami coba kontak konfirmasi ABK kapal itu tidak bisa dihubungi, tidak ada komunikasi,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Heriyanto, Sabtu (25/7/26). Tidak adanya sinyal maupun koordinat terakhir membuat tim kesulitan menentukan titik awal pencarian secara pasti.
Operasi pencarian melibatkan unsur kepolisian perairan, TNI Angkatan Laut, serta tim penyelamat dari Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Petugas menyisir jalur laut yang biasa digunakan kapal dari Kepulauan Togean menuju Marisa, tetapi area pencarian terus melebar karena posisi terakhir Mister Un belum diketahui. Angin kencang dan gelombang tinggi juga sempat menghambat pergerakan kapal pencari. Kondisi tersebut memperbesar tantangan dalam menemukan speedboat berukuran kecil di perairan terbuka.
Pencarian kemudian diperkuat dengan pengerahan KN SAR Bhisma dari Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai. Kapal itu membawa 13 personel serta perlengkapan komunikasi, medis, dan evakuasi menuju perairan Teluk Tomini. Armada tersebut dijadwalkan bergabung dengan tim yang lebih dahulu menyisir jalur pelayaran. Kapal-kapal yang melintas di sekitar kawasan itu juga diminta meningkatkan pengamatan dan melaporkan setiap temuan mencurigakan.
Mister Un membawa dua awak kapal asal Indonesia bernama Ferdiansyah dan Arif. Sebelas penumpang lainnya merupakan wisatawan asing, termasuk sejumlah anggota keluarga serta dua penumpang berusia 13 dan 16 tahun. Kewarganegaraan masing-masing wisatawan belum diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait. Informasi mengenai nomor registrasi kapal, perlengkapan keselamatan, dan titik komunikasi terakhirnya juga belum dipublikasikan.
Di tengah pencarian, sempat beredar kabar bahwa speedboat telah ditemukan dan sedang ditarik oleh kapal nelayan. Informasi tersebut kemudian dipastikan tidak benar setelah petugas melakukan verifikasi kepada pihak terkait. Hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan kapal tenggelam, terbalik, atau mengalami kerusakan mesin. Mister Un masih berstatus hilang kontak, sementara nasib seluruh penumpang dan awaknya belum diketahui. (RHU)